Selamat Datang


ASSALAMU ALAIKUM WR.WB, SYUKRAN ANDA TELAH SUDI MAMPIR DI BLOG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT.

Kamis, 17 Juni 2021

ILMU FALAK (4)

 SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU FALAK

Oleh : Dr. Alimuddin, M.Ag dan Dr. Ir. Nurdin Mappa, M.M.

Dalam melihat perkembangan ilmu Falak, diperiodesasikan  menjadi limu Falak sebelum Islam, ilmu Falak dalam peradaban Islam, ilmu Falak dalam peradaban Eropa dan ilmu Falak di Indonesia.

1.1  Ilmu Falak Sebelum  Islam

       Ilmu Falak, merupakan  ilmu yang sudah tua dikenal oleh manusia. Bangsa-bangsa Mesir,Mesopotania, Babilonia, Tiongkok,sejak abad ke-28 Sebelum Masehi telah  mengenal dan mempelajarinya. Mereka  mempelajari ilmu falak pada  mulanya bertujuan untnk menghasilkan hitungan waktu, yang akan digunakan sebagai saat penyembahan kepada berhala-berhala yang mereka Tuhankan. Misalnya di  Mesir, berhala-berhala yang mereka Tuhankan itu, ada yang bernma  Osiris, Isis,Anom,dan sebaginya.  Di Babilonia dan  di  Mesopotania, ada yang bernama  Astaroth dan  Bel. Karena mereka yang Tuhankan itu banyak jumlahnya, maka mereka memerlukan  pembagian waktu. Dan dengan adanya  keharusan pembagian   waktu itu, mereka lalu mempelajari ilmu falak.

       Menurut suatu riwayat, pembagian  sepekan ( seminggu )   atau tujuh hari, adanya sejak lebih  dari 5.000 tahun yang lalu. Kemudian , hari-hari yang tujuh itu, untuk tidak mengelirukan, lalu diberinyalah nama-nama benda  langit yang meeka telah kenal, yakni :
1. Matahari untuk hari A h a d

2. B u l a n  untuk hari S e n I n

3. M a s r untuk hari Selasa

4. Mercurius untuk hari  R a b u

5. Yupiter untuk hari  K a m i s

6. V e n u s  untuk hari  jum’at dan

7. Saturnus untuk hari S a b t u

         Kemudian sekitar abad ke - 12 Sebelum Masehi, di Negeri Tiongkok, ilmu falak telah banyak mengalami kemajuan- kemajuan. Meeka telah mampu menghitung kapan  akan terjadi gerhana, serta menghitung peredaran bintang -bintang.

       Di Negeri Yunani yang sementara berada di zaman keemasannya  ilmu pengetahuan, ilmu falak telah mendapat kedudukan yang  sangat  penting dan luas.                                                       

Nama-nama ahli ilmu Falak  yang terkenal  sebelum Islam antara lain  :

1.    Aristoteles    ( 384 – 322 SM )

Aristoteles berpendapat bahwa pusat jagat raya adalah bumi.sedangkan bumi dalam keadaan tenang , tidak bergerak, dan tidak berputar. Semua gerak benda-benda angkasa mengitari bumi. Lintasan masing-masing benda angkasa  berbentuk lingkaran. Sedangkan peristiwa gerhana  misalnya tidak lagi dipandang  sebagai adanya raksasa  menelan bulan, melainkan merupakan peristiwa  alam.

Pandangan manusia terhadap jagat raya mulai   saat itu umumnya  mengikuti pandangan  Aristoteles , yaitu Geosentris  bumi sebagai  pusat peredaran  benda-benda langit

2.    Claudius Ptolomeus  ( 140 M )

Pendapat yang dikemukakan oleh Ptolomeus  sesuai  dengan pandangan Aristoteles tentng kosmos, yaitu pandangan Geosentris, bumi dikitari oleh bulan, Merkurius, Venus, matahari, mars, Yupiter, saturnus . Benda-benda langit tersebut jaraknya dari bumi berturut-turut semakan jauh . Lintasan benda-benda langit tersebut  berupa lingkaran  di dalam bola langit. Sementara  langit  merupakan  tempat bintang-bintang  sejati, sehingga merekat  berada pada dinding-dinding  bola langit . Ptolomeus  mempunyai buku besar tentang ilmu bintang – bintang yang berjudul “ Syntasis “ . Pandangan Ptolomeus   yang geosentris ini berlaku sampai pada abad  ke- 6 M tanpa ada perubahan (Muhyiddin, 2004 : 24)

1.2  Ilmu Falak Dalam Peradaban Islam

Dalam khasanah intelektual muslim  klasik ilmu Falak merupakan salah satu ciri kemajuan  peradaan Islam. Namun dalam perjalanannya ilmu Falak hanya mengkaji persoalan-persoalan ibadah, seperti arah kiblat, waktu shalat dan awal bulan  Qamariah fase Islam ditandai dengan proses penterjemahan karya – karya monumental dari  bangsa  Yunani yag sangat mempengaruhi perkembangan  Falak di dunia Islam adalah The Sphere in Movement  (Al-Kurrah  al-Mutharrikah) karya Antolycus, Ascentions of the Signs (Matali’ al- Buruj ) karya Aratus , Introduction  to Atronomy  (Al-Madkhhal ila Ilmi al – Falak ) karya Hipparchus, dan Almagesti karya Ptolomeua.  (Yahya Syami, 1097:125).

Pada saat itu kitab-kitab tersebut tidak hanya diterjemahkan tetapi ditindak lanjuti melalui penelitian-penelitian berkelanjutan dan akhirnya menghasilkan teori-teori baru . Dari sini muncul tokoh Falak dikalangan ummat  Islam  yang sangat berpengaruh, yaitu  al-Khawarizmy dengan  Magnum opusnya . Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah, buku ini sangat mempengaruhi pemikiran  cendekiawan-cendekiawan Eropa dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Robert Chister pada tahun 535 H/1140 M dengan judul  Liber al-gebras et almucarabah dan pada tahun 1247 H /1831 M diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris  oleh Frederict Rosen ( E.Van Doncel, 2002:494 ).

Selain Al-Khawarizmi  tokoh-tokoh dari Kalangan  Islam yang ikut membngun dan mengembangkan ilmu Falak adalah :

1.    Abu Ma’syar al-Falaky  (wafat 272 H/885 M ) karya-karyanya antara lain: Isbatul Ulum, dan Haiatul Falak  ( A.Hasimy, 1995 )

2.    Jabir Batany (wafat 318 H/931 M ) yang telah menetapkan letak bintang, Ia telah menciptakan alat teropong bintang yang ajaib  kitabnya yang Terkenal : Kitabu Ma’rifati Mathli ‘ il buruj Baina   arbail  Falak ( A.Hasimy, 1995:298)

3.    Abu  Raihan al-Biruni ( 363 H – 440 H/973 M – 1048 M ) salah satu karyanya  ialah  al – Qanun al-Mas’udi  ( sebuah ensiklopedi astronomi yang dipersembahkan kepada Sultan Mas’ud  Mahmud yang ditulis pada tahun 421 H/1030 M selain ahli dalam ilmu Falak, ia juga menguasai berbagai bidang ilmu lainnya, seperti Filsafat , matematika, Geografi,dan fisika.

Menurut Prof. Ahmad Baequny , Al-Biruni  adalah orang yang pertama menolak  terori Ptolomeus  dan menganggap teori Geosentris  tidak masuk akal. (Ahmad Maiquni, 1096:9 )

4.    Al-Fargani seorang ahli Falak yang berasal dari Farghana, Transsoxania. Sebuah kota yang terletak di tepi sungai Sardari Uzbekistan di barat. Semua ahli astronomi  pada abad petengahan mengenalnya dengan sebutan  Alfraganus . Nama lengkapnya adalah   Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Katsir al-Fargani . Hampir semua referensi  sepakat bahwa al-Fargani adalah tokoh yang terkemuka dan seorang ahli Falak yang hidup semasa Khalifah al-Ma’mun (813-833 M) sampai masa kematian al-Mutawakkil (847-881 M ) . Karya utamanya yang masih tetap bertahan dalam bahasa Arab  masih tersimpan baik do Oxford, Paris,Kairo dan di perpustakaan  Princeton University dengan judul yang berbeda-beda  diantaranya adalah Jawamy ilm an-Nujum al-Harakat  as-Samawiyya , Ushul ilm   an-Nujum , Al-Madkhl ila’ Ilm Hayat al-Falak dan kitab al-Fushul ats-Tsalatsin, semuanya telah diterjemahkan   ke dalam bahasa latin  Spacol oleh John Hispalensis dari Sevillae  dan Gerard dari gremona  pada tahun 899 H/1493 M. ( E.J Brills, 1993: 67 )

5.    Nasiruddin al-Tusi ( Abu Ja;far Muhammad bin Muhammad  bin Al- Hasan  Nasiruddin  at-Tusi, 598 H- 673 H /12-01 M-1274 M). Dalam   bidang  ini, ia merupakan tokoh  yang sangat menonjol diantara ilmuan dan peneliti Muslim lainnya. Penelitiannya antara lain mengenai  “lintasan, ukuran dan jarak planit Merkurius, terbit dan terbenam , ukuran  dan jarak matahari dengan bulan,  dan bintang-bintang “. Diantara karya tulisannya dalam bidang ini adalah Al-Mutawassil baina al-Handasah wa al-Hai’ah (kumpulan karya terjemahan dari Yunani tentang geometri dan astronomi ) , Al-Tadzkirah fi ilm al-Hari’ah  (sebuah krya hasil penyelidikan  dalm bidang astronomi ) dan Zubdah  al-Hai’ah  ( intisari astromoni )

6.    Muhammad Turghay Ulugbbek (797 -853 H/1394-1449 M) ia dikenal sebagai  ahli Falak dan yang membangun ovservatorium di Samarkan  pada tahun 823 H/1420 M dan menyusun  Zij Sulthani. Karya-karya momumental tersebut sebagian besar  masih bernuansa manuskrip  dan kini tersimpan di Ma’had Makhlutat al-Araby , Kaero, Mesir . Patut diketahui bahwa semua karya tersebut di atas masih bergaya masih bernuansa  geosentris . Artinya karya-karya tersebut  masih banyak dipengaruhi  oleh Ptolmeus, yang menempatkan bumi sebagai pusat peredaran  planet-planet  dan matahari. Assumsi ini didasarkan pada kenyataan sejarah bahwa teori Heliosentris yang dibangun oleh Copernikus baru muncul pada abad XVI M meskipun pada uraian sebelumnya disebutkan al-Biruni telah mengkritik teori geosentris. (Susikman,200:09 ) 

1.1Ilmu Falak Dalam Peradaban  Eropa

Pada  saat negara-negara Islam mencapai masa kejayaannya , bangsa Eropa masih  berada dalam ketertinggalan. Sungguh sayang  jaman keemasan Islam tidak berlangsung terlalu lama . Ketika bangsa Eropah mulai tertarik pada ilmu pengetahuan seperti yang telah dipelajari oleh ummat Islam yang telah demikian tinggi serta pertemuan-pertemun  diperbagai ilmu pengetahun, pendapat-pendapat ilmuan  Muslim  mulai ditentang oleh aliran muslim kolot .

      Munculnya tantangan dari kaum muslimin kolot terutama  disebabkan oleh perkembangan  Filsafat yang dianggap  oleh mereka telah menjerumus ke arah kemurtadan. Dari sini, mereka yang fanatik telah mengambil kesimpulan bersifat menyeluruh , bahwa orang-orang yang  mendalami  pengetahuan umum, termasuk ilmu Falak apalagi Astrologi semuanya telah menyalahi  ajaran Islam.

      Disisi lain serangan dari bangsa Eropa mulai dilancarkan kepada negara-negara Islam, sebagai akibatnya  tidak sedikit perpustakaan yang penuh dengan buku-buku  ilmu pengetahuan menjadi  puing-puing berserakan dan isinyapun terbakar. Akhirnya bangsa yang semula jaya ini kini tenggelam kembali ke dalam jurang keterbelakangan.

      Sementara ini bangsa Eropa mulai maju ke arah kebudayaan yang terus meninggi. Mereka mempelajari  semua pengetahuan-pengetahuan  bangsa Arab  (muslim) yang telah runtuh dari kejayaannya. Mereka meniru cara-cara hidup bangsa Arab. Mereka dirikan sekolah-sekolah dan perguruan Tinggi , serta perpustakaan-perputakaan   dan berbagai sarana pendidikan  untuk mencerdaskan bangsanya.

      Dari pengalaman  sejarah yang  telah dicapai oleh bangsa Arab mereka mengambil manfaatnya bahwa hanya dengan ilmu  dan pendidikanlah  bangsanya akan tampil sebagai bangsa yang jaya dan memimpin  dunia . Untuk mencapai tujuan ini , antara lain yang dilakukan adalah menterjemahkan buku-buku ilmu Falak  ke dalam bahasa Eropah misalnya buku “ al-Mukhtashar fi hisabil jabr wal Muqabalah “karya al-khawarizmi  diterjemahkan  ke dalam bahasa latin  oleh Gerard dari  Gremona. Buku hasil terjemahan ini  dengan judul barunya  The Mathematies of Integration  and Eguations” dipakai sebagai buku pegangan   utama dalam ilmu pasti diperguruan-perguuan tinggi   Eropah hingga abad 16 M. Demikian pula buku “Suratul Ardl” karya al-Khawarizmi  diterjemahkan  ke dalam bahasa latin  oleh Aderald  dari Bath.

      Dua buku “al-Mudkhalul Kabir” karya Abu  Ma’syar  diterjemahkan ke dalam bahasa latin  oleh John dari Siville dan Gerard dari Gemona.

      Buku “Tabril  al-Maghesti “ karya al-Battani  diterjemahkan ke dalam bahasa latin  oleh Plato dari Tipoli ( wafat 1150 M ) , dan dikutif oleh Nicolas Copernicus  dalam karangannya  De Revolutionibusorbium Caelestium. Buku “Thablil al-Maghesti ,ini diterjemahkan pula  ke dalam bahasa Inggris  oleh Alphonso  X . Selain itu, tabel bintang-bintang  karya az-Zarqali diterjemahkan oleh Ramond dan Marsceille (Muyiddin, 2004 ).

      Diantara ilmuan  Eropa dalam bidang astronomi  pada dekade ini adalah  : 

  

1.    Nicolas  Copernicus  ( 1473 – 11541 )

Nicolas Copernicus  orang Jerman yang mengemukakan suatu teorinya  yang disebut “Heliosentri  menurut teori ini bahwa:

1)    Bukanlah bumi yng menjadi pusat  dari peredaran benda-benda langit , tetapi mataharilah yang menjadi titik pusatnya, yang  diedari  oleh :Mercurius, Venus, Bumi, Bulan, Mars, Yupiter, Saturnus  kemudian beberapa bintang tetap sejenis matahari.

2)    Falak-falak dari benda langit ysng mengetari matahari , bentuknya lingkaran  yang bundar.

Teori Copernicus ini telah mneggoncangkan dunia pada zamannya. Sebab suatu penemuan yang sama sekali bertolak belakang dengan  teori-teori sebelumnya, yang telah diyakini oang sepnjang 14 abad  lamanya.

Pihak-pihak yang  jelas menentang teori ini, adalah dari golongan  para ahli ilmu pengetahuan  tokoh-tokoh  agama Nasrani.

Teori Heliosentris ini  kemudian didukung dan diikuti  ahli-ahli  Falak lainnya  antara  lain: : Giordano  Bruno (lahir 1548 M) dan Galileo Gailei  ( lahir 1564 M ).

Teori ini memang masih banyak mengandung kelemahan-kelemahan, tetapi satu hal yang tak dapat diingkari , bahwa sampai sekarang prinsip tentang pusat dari tatasurya kita ini khususnya, bukanlah bumi yang menjadi pusatnya, tetapi mataharilah.

Selain itu teori ini pula mengajarkan bahwa bumi ini bergerak  mengitari matahari, suatu teori yang sampai sekarang tetap diakui sebenar-benarnya.  (Syuhudi, 1999:5 )

2.    Galileo Galilei  ( 1564 – 1642 )

Setelah membaca  buku karya Copernicus tentang gerak benda-benda Langit , kemudian dia menyusun teori kinematika tentang benda-benda langit yang sejalan dengn  Copernicus . Karya Galilei  tentang peredaran benda-benda laingit seperti itu, oleh gereja ketika itu dinyatakan terlarang untuk dibaca umum, karena bertentang dengan  pandangan dan kepercayaan kaum gereja.

3.    Johannes Kapler ( 1571-1630 M )

Kepler seorang kebangsaan Jerman dengan tidak kenal lelah selalu  mengadakan penelitian  benda-benda langit. Ia memperluas  dan menyempurnakan ajaran Copernicus . Teori yang dikemukakan dilandasi matematika yang kuat. Ia berhasil menjadikan hukum universal tentang kinematika  planet yang menjadi landasan dalam ilmu Astronomi. Tiga hukum itu adalah:

1.    Lintasan planet menyerupai elips dengan matahari salah satu titik apinya.

2.    Garis hubung  planet-planet  menyapu daerah  yang sama luasnya dalam selang  waktu yang sama panjangnya.

3.    Pangkat dua kala edar planet sebanding dengan pangkat tiga jarak  planet ke matahari ( Muhyiddin, 2004:30 )

4.    Richo Brahe  (1546 – 1601 )

Seorang ahli observasi yang sampai sekarang masih dipergunakan hasil observasinya.

5.    GiordenoBruno, seorang ahli astronomi kelahiran Italia. (Syuhudi, 1999, 5).

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAKAT

   Zakat Oleh :Nurdin Mappa 1.1    Pengertian Zakat      Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diber...