BOLA DAN SEGITIGA BUMI
Oleh : Dr. Alimuddin, M.Ag dan Dr. Ir. Nurdin, M.M.
1 Bola
Setiap bola, mempunyai satu titik pusat. Jarak antara titik pusat ke daerah-daerah permukaan bola, besarnya sama. Oleh karenanya , setiap titik pada permukaan bola, jaraknya sama terhadap titik pusat bola. Garis yang menghubungkan antara titik pusat bola dengan pusat bola,, pusat bola, dinamakan titik dipermukaan bola, dinamakan jari-jari bola, atau segi deameter (setengah garis tengah)bola dan garis lurus yang menghubungkan antara dua titik yang berlawanan dipermukaan bola yang melewati titik pusat bola , dinamakan garis tengah bola.
Apabila pada bola dibuat suatu lingkaran yang bertitik pusat pada titik pusat bola, maka akan terlihat pusat lingkaran besar pada bola. Linkaran ini dinamakan lingkaran besar. Di Samping itu, pada bola juga dapat dibuat suatu lingkaran yang titik pusatnya tidak berhimpit dengan titik pusat bola. Lingkatan itu dinamakan lingkan kecil. Sebab bentuknya lebih kecil dari limgkaran yang bertitik pusat pada titik pusat bola.
Baik lingkaran besar maupun lingkaran kecil , dapat dibuat sebanyak banyaknya pada permukaan bola.
Apabila pada permukaan bola ada duaa buah titik , maka pada kedua buah titik tersebut dapat dibuat busur - busur lingkaran yang menghubungkannya. Busur-busur itu , ada yang berasal dari lingkaran besar dan ada pula yang berasal dari lingkaran kecil Dan apa bila kedua macam busur ( yang berasal dari lingkaran besar dan lingkaran kecil ) itu diukur, maka ternyata busaur yang berasal dari lingkaran besar , jaraknya lebih pendek dari busur yang berasal dari lingkaran kecil
Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar 5. berikut :
Gambar 5. Bola
Pada gambar 5. ini, melukiskan dua buah lingkaran pada bola. Yaitu lingkaran AMBS dan lingkaran AKBL . Titik P adalah titik pusat bola dan juga titik pusat lingkaran AMBS . Oleh karena itu, lingkaran AMBS adalah lingkaran besar. Titik P, merukapan titik pusat bagi lengkaran AKBL. Titik P tidak berhimpit dengan titik dengan titik P ( titik puat bola ) . Lingkaran AKB L lebih klecil bentuknya dari lingkaran AMBS. Karenanya , lingkaran AKBL dinamakan lingkaran kecil
Pada gambar tersebut ada du titik pada permukaan bola, yakni titik A dan titik B . Kedua titik itu dihubungkan oleh dua busur lingkaran, yakni busur ASB yang besar dari lingkaran besar dan busaur AKB yang berasl dari lingkaran kecil. Apabila busur ASB diperbandingkan derngan busur AKB , maka busur ASB lebih pendek dari busur AKB. Secara lebih jelas , kedua burus tersebut dapat dibandingkan dengan menggunakan gambar nomor 6 dan 7 berikut ini
|
|
Kesimpulan ini, besar sekali artinya bagi penetapan jarak bagi dua tempat di permukaan bumi. Sebab bentuk bumi yang bulat pepat ini, tidak lepas dari kaedah-kaedah yang berlaku untuk bola. Misalnya dalam penentuan arah kiblat suatu kota tertentu . Ini berrti arah mana yang paling dekat bagi kota tersebut ke ka’bah ( Mekkah ), Maka yang harus diperpegangi adalah arah ysng melalui busur lingkaran besar pada bumi.
4.2 Bola Bumi
Apabila pada permukaan bola dibuat tiga buah lingkaran yang besar yang saling berpotongan, maka akan terbentuk lah segitiga bola. Dan bila sudut-sudut perpotongn itu kita beri namam sudut A,B dan C maka busur yang makak busur yang berhadapan dengan sudut A, biasanya diberi nama dengannbusur a, busur yang berhadapan dengan dengan sudut B, diberi nama busur b dan busur yang berhadapan dengan sudut C dibeei nama busur c.
Pada gambar ini nampak lingkaran K,L dan M membentuk segitiga bola abc. Busur-busur segitiga bola itu adalah ABC.Unsur-unsur yang ada pada segitiga bola , yang dapat dihitung dengan kaedah-kaedah ilmu ukur segitiga bola atau Spherical trigoniometri . Perhitungan antara unsur-unsur yang ada pada segitiga bola, dinmakan perbandingan -perbandingan goneomerti atau fungsi-fungsi goniometri . ,



Tidak ada komentar:
Posting Komentar