TEORI -TEORI TENTANG TATA SURYA
2.5 Teori Egosentris, Geosentris, Heliosentris dan Kepler
Manusia
mengenal ilmu Falak sejak abad ke-28 sebelum Masehi , bahkan sekitar 5000 tahun
yang lalu, jadi sekitar abad 3o sebelum Masehi , mnusia telah mengenal pembagian hari dalam sepekan
yang berjumlah tujuh hari. Olehnya itu tidaklah mengherankan, bahwa sejak zaman
purba manusia telah mengenal dan mempelajari bintang-bintang dan
planit-palnit di persada ala mini.
Di dalam pengamatannya, manusia telah membuat suatu theori tentang apakah yang menjadi pusat dari
pada benda-benda langit di alam jagat
raya ini. Maka lahirlah beberapa theory,
dan yang terkenal ada tiga macam.yakni, theory Egosentris, Geosentri dan Heliosentris. Dan
khusus tentang bentuk lingkaran falaknya planit-planit theory yang sampai sekarang diikuti oleh para
ahli adalah theory kepler.
2.5. 1. Theori Egosentris
“Ego”
berarti : saya; “ centrum” berarti pusat.Demikian pengertian menurut bahasa.
Adapun
mnegenai istilahnya, theory Egosentris berarti “ suatu paham yang beranggapan,bahwa yang menjadi
titikpusat dari segala-galanya di alam
jagat raya pada bola bumi ini , ialah manusia (“saya”) itu sendiri, dimana dia
sedang berada”.
Theori
ini lahir berdasarkan pengalaman, manusia berdiri di dataran bumi yang luas. Dia memandang ke
Langit biru yang nampak di mata bagaikan lingkaran raksasa, melengkung yang berbatas pada suatu
garis yang melingkar luas bundar, yang
kemudian disebut dengan “kaki langit”
agau hotizon, cakrawala atau ufuq.
Pada
segala penjuru di kaki langit ini, diamati dan dibandingkan, kemudian terasalah
oleh manusia itu , bahwa jarak kaki-kaki langit dengan dirinya
sendiri,semuanya nampak sama
jaraknya.Maka lalu timnbullah anggapan bahwa dimana dia ( manusia/saya ) sedang berdiri memandang alam jagat raya
ini , disitulah yang menjadi titik pusat
dari lingkaran raksasa bolah
langit yang sedang diamatinya itu. Karena
theory atau anggapan ini didasarkan
kepada di mana “saya” sedang berada , disitulah titik pusat alam jagat raya ini, maka lalu
timbullah akibat lebih lanjut,bahwa
titik pusat tersebut sangat banyak
jumlahnya, sebanyak manusia itu berdiri. Dan kalau kolom alam jagat raya ini ,
dianggap satu lingkaran yang besar , maka dalam lingkaran itu didapati titik pusat lingkarang yang
sangat banyak. Pada hal sudah jelas, bahewa dalam satu lingkaran hnyaklah
memiliki satu titik pusat saja, tidak mungkin lebih. Olehnya itu, setelah
manusia lebih jauh menyelidiki secara ilmu
pengetahuan tentang alam jagat
raya ini, akhirnya anggapan/ theory
Egosentri, tidak lagi dapat dipertahankan. Maka muncullah pada abad
II sesudah Masehi, satu theory
kedua , yang disebut dengan theory
Geosentris.
2.5.2 Theory Geosentris
“ Geo” artinya : bumi. Theori ini dikemukakan oleh CLAUDIUS PTOLOMEUS (
90 - 168 M ), seorang ahli bintang di
Iskandaria ( Mesir ) keturunan bangsa
Yunani. Olehnya itu theory Geosentris
ini biasa disebut dengan THEORI
/SISTIM PTOLEMEUS, theori ini menyatakan
bahwa:
1. Bumi ini
adalah merupakan benda langit yang tetap
pada tempatnya, yang tidak bergerak dan tidak beredar,serta menjadi titik pusat benda-benda yang lainnya.
2. Bumi ini
dilapisi oleh bola air, kemudfian bola udara,kemudian bola api, kemudian
secara berturut - turut dikelilingi oleh falak-falaknya bulan, Mercurius, Venus, Matahari, Mars,
Yupiter, Saturnus dan yang terakhir
oleh falaknya Atlas atau falakul
Aflak.
3. Falakul
Aflak ( atlas ), selalu bergerak dan beredar dari timur ke barat, menggerakkan seluruh falak-falak benda-benda langit yang mengetari bumi.
Peredaran inilah
yang mengakibatkan terbitnya matahari,
bulan dan benda-benda langit lainnya dari arah timur, serta terbenam di
barat setaip harinya. Sedang bumi, tetap tinggal di tempatnya dan tidak bergerak, serta tidak beredar.
Gambar 1. Ilustrasi
Teori Geosentrys
Keterangan
gambar :
1.
Bumi
6. Falaknya Mars
2.
Falaknya Falak 7. Falaknya Yupiter
3.
Falaknya Mecrius 8.
Falaknya Saturnus
4 Falaknya Venus 9. Falaknya bintang-bintang tetap
5.
Falaknya matahari 10. Falaknya
Atlas
Theori GeosentriS ini , tersebar luas dan diikuti oleh ahli -ahli falak
di zamannya, termasuk juga sebagian ahli ilmu falak di kalangan
Islam yang terkenal, antara lain :
1. Abu
Abdullah bin Jabir San an Al _ Hirazy
2. Abdul
Rahman bin Yunus Al
Misry
3. Abdul
Wafa Al Buzaji
4. Ulugh
Bik
Sampai abad ke - 15, theory ini masih
diikuti orang,dan setelah diadakan penyel;idikan-penyelidikan lebih lanjut , mala Lahirlah theory baru ,
yakni : Theori Heliocentris.
2.5.3 Theori Heliocentris
“ Helios
“ , artinya : matahari. Theori ini dikemukakan oleh NICOLAUS
COPERNICUS ( 1473 - 1543 ), orang
Jerman . Olehnya itu theory ini disebut juga dengan THEORI /SISTIM COPERNICUS.
Menurut theory ini, bahwa :
1. Bukanlah
bumi yang menjadi pusat dari peredaran benda-benda langit , tetapi
mataharilah yang menjadi pusatnya, yang diedari oleh : Mercerius, Venus, Bumi,
2.
Falak-falak dari benda langit
yang mngetari matahari, bentuknya linkaran yang bundar
Gambar 2. Ilustrasi
Teori Helyosentris
keterangan
gmbar :
1. Matahri 4. B u m I
7 Yupiter
2. Mercerius 5. B u l a n 8. Saturnus
3. V
e n u
s 6. M a.r s 9. Bintang-bintang tetap
Theori Copernicus ini telah
menggongcangkan dunia pada
zamannya. Sebab suatu penemuan yang sama
sekali bertolak belakang dengan
theory-theori sebelumnya, Yang telah diyakini orang sepanjang 14 abad lamanya.
Fihak-fihak yang jelas menentang
theory ini, adalah dari golongan para ahli ilmu pengetahuan dan tokoh-tokoh agam nasrani.
Theori Heliocentris ini, kemudian
didukung oleh ahli-ahli falak lainnya,
antara lain :GiordonoBruno ( lahir 1548
) dan Galileo Galilei
( lahir 1564 ) .
Theori ini memang masih banyak
mengandung kelemahan - kelemahan, tetapi satu hal yang tak dapat dinunkiri , bahwa sampai sekarang
prinsip tentang pusat dari tata surya kita ini khususnya, bukanlah bumi
yang menjadi pusatnya, tetapi
mataharilah.
Selain itu, theory ini juga
mengajarkan, bahwa bumi ini bergerak
mengitari mtahari, suatu theori yang sampai sekarang tetap diakui kebenarann.
2.5.4 Theori Kipler
Setelah hampir satu abad theory
Copernicus berkembang, muncullah seorang
ahli bintang kelahiran Jerman
yang bernama JOHANNES KEPLER
( 1571 - 1630 ) , mengadakan koreksi-koreksi dan penyempurnaan -
penyempurnaan.
Ada tiga buah
dalil yang dikemukakan oleh Kepler yang
kemudian dikenal sebagai hokum/THEORI KEPLER , yakni :
1. Theori Kepler
I
Falak-falak tempat beredarnya planit-planit
mengelilingi matahari,bentuknya berupa
lingkaran elips, sedang matahari berada pada salah satu titik apinya.
2. Theori Kepler II
Setiap planit beredar pada falaknya mengelilingi matahari dengan
kecepatn demikian rupa,sehingga di dalam waktu yang sama, garis hubung antara
matahari dengan planit yang bersangkutan dilukiskan dengan bidang-bidang
sector yang sama luasnya.
( lihat
gamnbar nomor 3 )
P1 16
Januari P4 20
Januari P4 11
Maret P3 11
Maret
Gambar 3.Teori Kepler
II
Penjelasan :
Apabila suatu planit P beredar pada falaknya mengelilingi matahari,
maka jarak yang ditempuhnya pada
P I ke P 2, akan memakan waktu yang sama
dengan waktu yang digunakan untuk
menempuh jarak antara P3 ke P4, dalam
hal ini sama-sama memakan waktu lima
hari.
Olehnya itu,maka bidang-bidang sector MP1P2 =
MP3P4.Hal ini berarti , bila satu planit ( termasuk bumi ) sedang melintasi perihelium (bidang yang
dekat dengan matahari ) ,Jalannya lebih cepat, bila dibandingkan dengan pada
saat planit itu sedang melintasi di Ephelium ( bidang yang jauh dengan matahari ).
3. Theori Kepler III
Kwadrat ( pangkat dua ) kala revolusi planit-planit, berdanding
langsung pangkat tiga jaraknya rata-rata ke matahari.
Penjelasan :
Umpama
kala revolusi ( gerak tahunan )
planit A
= a dan planit B = b ; sedang jarak rata-rata antara matahari
dengan planit A = X dan antara matahari ke planit
B = Y,
maka : a2 : b 2 = x3 : y3
a2= b2
X3 = y3
Hukum Kepler III ini ,
dipergunakan oleh astronoom - astronoom
untuk menghitung jarak planit ke matahari
( Syuhudi Ismail, 1990 : 7 - 14 )
2.6 Tata Surya
Diantara sekian banyak tata surya di jagat raya ini, salah satunya adalah tata surya kita. Yakni tata surya dimana
matahari yang biasa kita
kenal sehari-harinya itu, sebagai
bintang tata surya dan menjadi pusatnya , sedang bumi yang kita tempati ini,
termasuk salah satu planitnya.
Planit yang termasuk dalam tata
surya kita, ialah :
1. Mercurius 4. M
a r s 7. U r a n u s
2. V e n u s 5. Yupiter 8. Neptunus
3. Bumi
6 Satu 9. P
l a t o
Adapun
susunan falaknya , seperti terlihat dalam gambar 4 berikut:
Gambar 4. Susunan
Falak Tata Surya




Tidak ada komentar:
Posting Komentar