Selamat Datang


ASSALAMU ALAIKUM WR.WB, SYUKRAN ANDA TELAH SUDI MAMPIR DI BLOG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT.

Senin, 21 Juni 2021

BERPANTANG NERAKA (1)

 

Mengenal Nama-Nama Neraka 

 Oleh: Nurdin Mappa

              Neraka sesungguhnya adalah Makhluk Allah yang telah diciptakan sebagai  salah satu tempat terakhir di akhirat, bagi orang-orang yang tidak  dimasukkan oleh Allah  ke dalam Surga-Nya.  Neraka seperti halnya Surga memiliki nama-nama  yang disebutkan oleh Allah dalam Alquran atau  dalam hadits Rasululah Saw.  Adapun nama-nama Neraka antara lain adalah:

a.    Neraka Hawiyah

       Neraka ini dijelaskan oleh Allah Subhana Wataalah sebagai tempat yang dipenuhi dengan api yang menyala-nyala yang diperuntukkan bagi orang-orang yang ringan amal kebajikannya dibandingkan dengan amal buruknya. Hal ini dijelaskan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Surah Al-Qoriyah : 8 – 11 

 Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?  (yaitu) api yang sangat panas.

 

     Neraka Hawiyah bukan hanya sekedar api akan tetapi Nerakan Hawiyah adalah Neraka yang berupa api yang sangat panas.  Artinya panas api di Neraka jauh melebihi panas api di dunia ini.  Jika api dunia saja dapat membuat biji besi lebur menjadi cair dan panasnya sudah sangat luar biasa, maka api di Neraka Hawiyah tentu akan jauh lebih panas. 

2. Neraka Jahim

     Neraka Jahim adalah salah satu nama Neraka yang diciptakan oleh Allah Subhana Wataalah yang diperuntukkan bagi orang yang tersesat jalan hidupnya di dunia ini, yaitu orang yang tidak ingin menjadikan Alquran dan hadits Rasululah Saw sebagai pedoman hidupnya.  Sebab orang yang tidak menjadikan Alquran dan hadits sebagai pedoman hidupnya dapat dipastikan akan tersesat, sedangkan orang yang menjadikan Alquran dan hadits sebagai pedoman hidupnya tak sesat selama-lamanya, seabgaimana dalam Alquran Surah Thaha ayat 123

 Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (Qs. Thaha:123).

 

     Menurut Allah Subhana Wataalah orang-orang yang mengikuti Pentunjuk-Nya dijamin tidak akan tersesat dan tidak akan celaka. Hal ini dipertegas pula dalam hadits Nabiullah Muhammad Saw:

 

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).


    Jadi Jelas sekali neraka Jahim akan dihuni oleh orang-orang yang tersesat, yakni orang-orang yang tidak menggunakan Al-quran dan Sunnah Rasululah Saw (Hadits Shahi dan Makbula) untuk melakukan amalan di atas muka bumi.

3. Neraka Saqar

   Neraka Saqar diperuntukkan untuk orang-orang yang meninggalkan Shalat, yaitu orang-orang yang dimasa hidupnya tidak mengamalkan shalat, tidak mau memberi makan kepada orang-orang miskin padahal ia sendiri memiliki kemampuan untuk memberi (kaya), senang berada dalam majelis kebathilan untuk membicangkan hal yang salah atau bersama-sama dalam membuat konsep bagaimana Agama Allah ini bisa padam, mereka juga tidak mempercayai adanya hari akhirat. Hal ini diungkapkan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Alquran Al-Mudatsir ayat 40-46

rada di dalam syurga, mereka tanya menanya, 41.  Tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, 42.  "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" 43.  Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, 44.  Dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, 45.  Dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, 46.  Dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

 

    Jadi  Neraka Saqar akan dihuni oleh orang-orang yang ketika mereka hidup di dunia ini tidak menunaikan shalat sebagai perintah Allah kepada setiap hambanya, mereka meninggalkan shalat secara sengaja sehingga ia termasuk orang-orang kafir, sebagaimana disampaikan dalam hadits:

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadirs ini hasan shahih.) [HR. Tirmidzi, no. 2621 dan An-Nasa’i, no. 464. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.]

      Penghuni Neraka Saqar yang kedua adalah orang-orang yang kikir yang tidak mau memberi makan orang miskin, padahal ia memiliki kemampuan untuk memberi hanya karena sifat kekirannya mendominasi sehingga ia tidak mau, bahkan mereka memprovokasi sesame orang kaya untuk tidak memberi, orang seperti ini disebutkan oleh Allah dalam Alquran Surah Al-Maun: 1-3 sebagai orang yang mendustakan agama Allah Subhana Wataalah:

  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 2.  Itulah orang yang menghardik anak yatim, .  Dan tidak menganjurkan memberi makan orang misk

    Penghuni Neraka Saqar selanjutnya adalah orang-orang yang senang berkumpul bersama-sama dengan kawan-kawan mereka membicarakan kebathilan, membuat konsep, rencana menentang kebenaran yang datang dari Allah,  senang membuat makar untuk menyusahkan kaum muslimin agar mereka jauh dari agamanya bahwa mereka ingin memadamkan cahaya Agama Allah dengan berbagai rencananya bahkan saling bantu membantu secara material, seperti disinyaliri dalam Alquran Surah Al-Anfal ayat 73

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang Telah diperintahkan Allah itu[625], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar (Qs. Al-Anfal:73)

     Jalaluddin Al-Mahalli & Jalaluddin As-Suyuthi, (2018)  menjelaskan  bahwa (Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain). Dalam hal saling tolong-menolong dan saling waris-mewarisi, maka tidak ada saling waris-mewarisi antara kalian dan mereka. (Jika kalian tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu) yakni melindungi kaum Muslimin dan menekan orang-orang kafir (niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar) karena kekafiran bertambah kuat sedangkan Islam makin melemah keadaannya.

      Penghuni neraka Saqar yang terakhir adalah orang mengkafiri tentang adanya hari akhirat.  Oleh karena tidak percaya akan adanya hari akhirat atau hari pembalasan sehingga mereka melakukan apa saja di dunia ini menurut hawa nafsunya. Orang ini digambarkan oleh Allah dalam Alquran Surah Yunus ayat 48:

Mereka mengatakan: "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?" (Qs. Yunus:48)

       M. Quraish Sihab, ( 2009) menafsirkan Surah Yunus ayat 48 bahwa Orang-orang kafir terus-menerus mendustakan hari akhir, dan meminta untuk disegerakan. Dengan mengejek, mereka berkata, "Kapankah datangnya azab yang kamu janjikan kepadaku, apabila kamu, wahai Rasul, dan orang-orang yang bersamamu memang benar dengan apa yang kalian imani dan kalian serukan itu."

4. Neraka Ladza

    Neraka ladza menurut Alquran adalah  tempat yang dipenuhi oleh api yang sangat panas yang mampu membuat kulit semua terkelupas. Neraka Ladza diperuntukkan buat orang yang suka berpaling dari agama Allah yang kerjanya hanya sibuk mengumpulkan harta di dunia ini. Neraka ini juga akan dihuni oleh Iblis bersama orang-orang yang mengikutinya. Keterangan tentang Neraka Ladza dijelaskan oleh Allah dalam Alquran Surah Al-Ma’rij ayat 15:  

15. Sekali-kali tidak dapat, Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, 16.  Yang mengelupas kulit kepala, 17.  Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), 18.  Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya[1511] (Qs. Al-Ma’rij:15-18).

 

    Neraka Ladza diperuntukkan bagi manusia atau jin yang berusaha untuk mempengaruhi manusia lain untuk membelakangi dan berpaling dari Agama Subhana Wataalah. Banyak manusia apakah secara pribadi atau kelompok atau institusi menginginkan manusia agar berpaling dari Agama dengan segala upaya yang mereka lakukan baik secara materi atau melalui kebijakan dan rumusan undang-undang dengan maksud menjauhkan manusia dari agama Allah, bagi mereka ini mendapatkan ancaman dari Allah Subhana Wataalah sebagaimana Allah sampaikan dalam Alquran Surah Hud ayat 18-22

18.  Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah?. mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi[716] akan berkata: "Orang-orang inilah yang Telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,19.(yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. dan mereka Itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. 20.Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya). 21.  Mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. 22.  Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi (Qs. Huud:18-22)

     Siapapun yang berusaha memalingkan manusia dari Agama Allah ini akan mendapatkan siksaan dari Allah Subhana Wataalah diakhirat sehingga ia termasuk orang-orang yang merugi, oleh karena  apapun yang mereka korbankan di dunia ini untuk memalingkan atau menghalangi manusia dari jalan Allah tidak akan membawa manfaat nanti diakhirat

5. Neraka Hutama

       Neraka selanjutnya adalah Neraka Hutama, yaitu api yang dinyalakan, membakar sampai hati mereka, dan menutup rapat atau mengurung orang-orang yang di dalam neraka Hutama, bahkan diikat pada tiang-tiang dalam api Neraka.  Orang-orang yang diancam dimasukkan ke dalam Neraka Hutama adalah orang-orang suka mengumpat dan mencela serta suka mengumpulkan-ngumpulkan harta dan sibuk menghitung-hitungnya, sebagaimana disampaikan dalam Al-quran Surah Al-Huzamah ayat 1-9

1.Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, 2.  Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung[1600], 3. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, 4. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. 5.Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? 6.  (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, 7.  Yang (membakar) sampai ke hati. 8.  Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, 9.  (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (Qs. Al-Humazah:1-9)

 

       Salah satu golongan yang diancam dimasukkan ke dalam neraka Hutamah, adalah bagi pencela  atau pengumpat kepada orang lain, oleh karena itu Allah melarang melakukannya, hal ini disampaikan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Surah  Al-Hujrat:11

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim (Qs. Al-Hujrat:11)

 

        Begitu pula orang-orang yang hidup di dunia ini hanya sibuk bekerja mengumpulkan harta seperti yang dilakukan oleh Karun, lalu mereka menjadi sombong  karena menurut Karun apa yang ia dapatkan hanyalah karena kepintarannya berusaha, tidak ada campur tangan Al

6. Neraka Sai

     Nama Neraka yang lain adalah Neraka Sair yaitu Neraka yang merupakan api yang menyala-nyala,  yang diperuntukkan bagi orang yang suka memakan harta anak yatim secara zalim. Sebagaimana di jelaskan pada Surah An-Nisa:10.

10.  Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, Sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka) (Qs. An-Nisa:10)

     Banyak orang dengan dalih memelihara anak yatim, dia mengurus sejak kecil, lalu harta anak yatim mereka ambil dengan sewenang-wenang padahal mereka hanya diberi amanah menjaga dan memelihara anak-anak yatim itu, mungkin karena ada hubungan keluarga, akan tetapi justru mereka mengambil alih harta anak yatim yang mereka pelihara, orang seperti ini diacam akan dimasukkan ke dalam Neraka Sa’ir.

7. Neraka Wai

       Neraka wail diartikan sebagai tempat celaka, neraka ini  diperuntukkan kepada beberapa golongan diantaranya bagi pedagang yang curang, yaitu pedagang yang senang mengurangi takarannya atau pedagang yang sering menipu untuk memperkaya diri mereka. Keterangan tentang neraka ini dijelaskan dalam Surah Al-Mutafifin ayat 1 -3

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang[1561], (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,  Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi (Qs. Al-Mutafifin:1-3)

       Neraka wail juga akan dihuni oleh orang-orang yang melalaikan shalat ketika mereka hidup di dunia ini, Sebagaimana dijelaskan dalam Surah  Al-Maun:4-5

4.  Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5.  (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (Qs. Al-Maun:4-5)

 

     Menurut penjelasan dari Ibnu Katsir bahwa yang dimaksud orang yang lalai dalam sholatnya ada beberapa kondisi, pertama orang yang menunda-nunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu terakhir, kedua orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat sebagaimana diperintahkan Allah dan dicontohkan oleh Rasululah Saw, ketiga orang yang tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan Shalat, mereka inilah yang termasuk diancam akan dimasukkan ke dalam Neraka Wail.

      Kelompok berikut yang diancam dengan neraka Wail adalah orang-orang yang memalsukan kitab Allah, mereka sendiri yang membuat-membuat tulisan kemudian mereka mengatakan bahwa ini adalah wahyu Allah Subhana Wataalah atau mereka mengganti kalimat-kalimat yang ada dalam kitab mereka.  Orang ini diancam dengan Neraka Wail sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surah Al-Baqarah:79

 Maka Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan (Qs. Al-Baqarah:79)

    Mereka menulis dan memalsukan Wahyu Allah dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan di dunia ini, padahal berapapun yang mereka dapatkan di dunia ini dari hasil kerja mereka memalsukan ayat-ayat Allah, nilainya sangat sedikit, padahal mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dan tidak setimpal dengan apa mereka dapatkan dari hasil pemalsuan mereka.

   Orang-orang kafir juga diancam akan mendapatkan neraka wail, berupa siksaan yang pedih. sebagaimana disampaikan dalam Alquran Surah Ibrahim ayat 2 

Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir Karena siksaan yang sangat pedih (Qs. Ibrahim:2)

            

    Termasuk orang-orang yang mendustakan agama Allah Subhana Wataala, mendustakan Rasulnya, mendustakan wahyu Allah dan orang yang mendustakan hari kemudian (akhirat) serta semua yang datang dari Allah, mereka mendapatkan ancaman Neraka Wail, sebagaimana Allah sampaikan dalam Alquran Surah At-Thur:11

    فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

“Maka AL WAIL di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan” (QS. At Thur: 11)

     Adapun makna dari Al-Wail menurut para mufasir adalah ancam azab yang pedih nanti di Neraka, Adzab yang pedih di akhirat dan Lembah di neraka Jahannam yang sangat panas dan mengalir di sana sungai nanah(Yulian Purnama, n.d.)

8.  Neraka Jahannam 

 

      Neraka jahannam adalah tempat siksaan yang akan ditempati oleh orang-orang yang senang berkolaborasi dengan syetan, mereka sering bahu-membahu bekerjasama dalam melakukan pelanggaran-pelanggaran Allah Subhana Wataalah. Padahal Allah sudah menyampaikan bahwa syetan itu adalah musuh yang nyata. Hal ini dapat dibaca keterangan pada surah Al-baqarah:208

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (Qs. Al-Baqarah:208)

 

    Neraka jahannam sebagai tempat penyiksaan bagi orang-orang yang berteman dengan syetan diterangkan oleh Allah dalam Al-quran Surah Al-Hijr:43-44

43.  Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang Telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.44. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka (Qs. Al-Hijr:43-44)

    Neraka jahannam memiliki tujuh pintu, setiap pintu akan dimasuki oleh golongan tertentu, dari syetan dan manusia-manusia yang menjadi pengikutnya.

    Penghuni Neraka Jahannam ada dua golongan yaitu golongan jin dan manusia.  Sebab- musabab mereka dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam, oleh karena mereka diberi mata akan tetapi tidak digunakan untuk melihat kebesaran Allah, kedua ia diberi telinga akan tetapi mereka tidak mau mendengarkan kebenaran atau ayat-ayat Allah dan yang ketiga mereka diberi hati akan tetapi tidak digunakan untuk memahami kebesaran Allah.  Keterangan ini dapat dibaca dalam Alquran Surah Al-Hujrat:179

179.  Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.

 

 

       Instrumen  yang telah diberikan oleh Allah Subhana Wataalah kepada manusia sejak manusia dalam proses penciptaan adalah berupa penglihatan, pendengaran dan hati, hal ini dijelaskan oleh dalam Surah Sajadah:9

Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur (Qs. Assajadah:9)

 

  Potensi yang diberikan oleh Allah ini diharapkan dapat menjadi media untuk mentrasformasikan kebenaran dari Allah ke dalam diri setiap manusia, agar dapat memahami fungsinya sebagai abid dan khalifah yang pada akhirnya mengantar menjadi hamba yang pandai bersyukur, Sebagaiman Allah sampaikan dalam Surah Al-Mulk:23

Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) amat sedikit kamu bersyukur (Qs. Al-Mulk:2

    Akan tetapi sayang seribu Sayang,  banyak manusia yang menyalagunakan instrument tersebut justru dialihkan untuk melawan dan menolak kebesaran Allah Subhana Wataalah sehingga tidak mengantar mereka untuk dapat bersyukur dan memahami kebenaran agama Allah ini, sehingga mereka diancam akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam.

    Penghuni Neraka Jahannam yang lain adalah orang-orang yang menolak untuk bertakwa kepada Allah Subhana Wataalah, bahkan ia menyambut ajakan dengan  kesombongan dan kebanggaan berbuat dosa, hal ini disampaikan dalam Alquran Surah Al-BAqarah ayat 206

Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya (Qs. Al-Baqarah:206)

 

    Banyak manusia yang mengabaikan ketakwaan kepada Allah, mereka dipanggil untuk taat seperti melaksanakan shalat, puasa, haji, dan beramal kebajikan yang lain, akan tetapi mereka tidak menerima malah timbul rasa marah dan kebencian terhadap sipengajak, mereka ramai-ramai membunuh kebenaran untuk tetap berada dijalan sesat, bahkan dengan bangganya mereka membicarakan perbuatan dosa yang mereka sehingga bagi mereka ini diancam akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahanam, sebagai tempat seburuk-buruknya untuk kembali.

      Termasuk orang-orang yang hatinya dipenuhi kedengkian kepada Rasululah dan Agama yang dibawahnya, bahkan berusaha menghalang-halangi manusia agar mereka tidak beriman, bagi mereka ancaman Neraka Jahanam sebagai  tempat yang dipenuhi dengan api yang menyala-nyala, sebagaimana diterangkan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Alquran Surah An-Nisa:55

Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya (Qs. An-Nisa:55).

 

    Diera sekarang banyak sekali orang yang berada pada barisan yang selalu berusaha menghalang-halangi manusia untuk beriman, selalu menyampaikan hal-hal yang dapat menyudutkan Islam, bahkan orang-orang yang taat dalam Islam dilabeli dengan kadal gurun (kadrun), sementara orang-orang yang mirip dan berpakaian barat tidak dilabeli dengan kadal air. Bagi mereka ini pantas diancam dengan Neraka jahanam tempat yang dipenuhi dengan api yang menyala-nyala.

   Selanjutnya orang-orang yang membunuh orang-orang yang beriman dengan sengaja tanpa alasan yang haq, bagi mereka diancam dengan Neraka Jahanam kekal di dalamnya sebagai wujud kemurkaan dan laknat  Allah   kepada mereka, hal ini disampaikan oleh Allah dalam Alquran Surah An-Nisa ayat 93

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya (Qs. An-Nisa:93).

 

    Betapa banyak nyawa orang mukmin yang melayang tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariah, baik yang dilakukan oleh oknum maupun dilakukan oleh institusi Negara tanpa proses hukum hanya karena dilabeli teroris, padahal  belum tentu mereka teroris dan para pelaku tidak diproses secara hukum.  Siapapun mereka mulai dari konseptor inteletualnya, pemberi komando sampai ke eksekotor semuanya mendapatkan ancaman Neraka Jahanam sebagai azab yang besar sebagai bentuk kemurkaan Allah kepada mereka.

    Kelompok berikut yang mendapatkan ancaman Neraka Jahanam adalah orang-orang yang senang duduk dalam satu majelis lalu mereka menperolok-olok ayat-ayat Allah (Al-quran), sebagai bentuk pengingkaran terhadap ayat Alquran. Hal ini dijelaskan oleh Allah SUbhana Wataalah dalam Alquran Surah  An-Nisa:140

Dan sungguh Allah Telah menurunkan ketentuan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (Qs. An-Nisa:140)

 

     Ayat ini juga menerangkan ketentuan dalam bermajelis agar tidak duduk-duduk bersama orang-orang yang senang membuat kebijakan, undang-undang yang menentang syariat Allah (ayat-ayat) Allah sebab kalau mereka tetap bergabung tidak all out maka mereka termasuk di dalam golongan mereka, kecuali mereka mengalihkan pembicaraan kepada hal lain yang tidak bertentang dengan syariat.

     Selanjutnya orang-orang yang lari meninggalkan medan perang jihad ketika perang berkecamuk, lari terbirit-birit ketakuktan terhadap musuh, mungkin karena takut mati mereka diancam oleh Allah Neraka Jahannam, sebagai Allah jelaskan dalam Alquran Surah Al-Anfal:16

Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, Maka Sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka jahannam. dan amat buruklah tempat kembalinya (Qs. Al-Anfal:16)

 

     Orang-orang yang melarikan diri dari medan  perang jihad mendapatkan ancaman neraka jahannam, kecuali mereka mundur untuk mengatur siasat atau mundur untuk bergabung dengan  kelompok pasukan lain, kondisi ini dibolehkan. Lari dari medan perang memang sangat berbahaya bagi mentalitas pasukan lain oleh karena dapat mendegradasi mental dan semangat pasukan lain, akhirnya semangat tempur ummat Islam dapat  menurun yang dapat berakhir dengan kekalahan sehingga Allah akan memberikan hukuman yang berat berupa siksaan kelak di akhirat yaitu dimasukkan dalam Neraka Jahannam.

 

     Penghuni Neraka jahannam  yang lain adalah orang-orang yang dianugerahi oleh Allah harta yang banyak akan tetapi mereka menyimpannya sendiri, menggunakan sendiri dan tidak mengeluarkan infak dan shadaqah mereka, padahal sudah wajib mengeluarkan zakat mereka, hanya karena mereka kikir sehingga mereka tidak melaksanakan ketentuan Allah yaitu mengeluarkan zakat setelah sampai senzab dan masa khaul. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Alquran Surah At-Taubah ayat 35

Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, Lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (Qs. At-Taubah:35)

 

     Harta orang-orang kikir yang berupa emas dan perak nanti diakhirat dalam Neraka Jahannam akan dijadikan sebagai bahan bakar buat pemiliknya sendiri sehingga semakin banyak emas dan perak yang mereka kumpulkan di dunia ini semakin banyak bahan bakar buat diri mereka sendiri, oleh karena emas dan perak yang mereka kumpulkan akan dipanaskan  lalu distrikakan kepada dahi, lambung dan punggung mereka lalu dikatakan kepada mereka rasakanlah hartamu yang kamu simpan sendiri. 

    Berikutnya penghuni Neraka Jahannam adalah orang-orang munafik baik laki-laki maupun prempuan.   Mereka  kekal dalam Neraka Jahannam, mereka dilaknat  dan mendapatkan azab  yang kekal, hal ini dijelaskan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Surah  At-Taubah ayat 68

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal (Qs. At-Taubah:68).

 

    Orang-orang munafik ini ada sejak zaman Rasululah saw yang dikomandoi oleh Abdullah bin Ubai, bahkan sebelum Nabi Muhammad saw sampai sekarang. Salah satu cirinya yang disebutkan dalam hadits adalah sering berkata dusta ( membuat hoax), menginkari janji, menghianati amanah yang diberikan kepadanya, hal ini dapat diketahui dalam hadits dari  Abu Hurairah ra:

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)

 

    Ciri lain dari orang munafik adalah jika bertemu dengan orang beriman ia menyatakan keimannya dan jika ia kembali ke teman-temannya mereka menyampaikan hal yang sebenarnya bahwa ia hanya mengolok-olok orang yang beriman sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah:14

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami Telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok." (Qs. Al-Baqarah:14)

     Maksud mereka berbuat demikian yaitu berpura-pura beriman, karena ia ingin menipu Allah dan Rasul dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri  Sebagaimana dijelaskan dalam Surah  An-Nisa:142

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366]. [0]

    Ciri lain dari orang munafik adalah mereka jika melakukan ibadah Shalat mereka melakukan dengan bermalas-malasan, ia beribadah untuk mendapatkan pujian dari orang lain (riya’), mereka juga sedikit sekali menyebut Allah (berzikir), oleh karena itu pantaslah mereka mendapatkan ancaman Allah berupa Neraka Jahannam.

    Selanjutnya penghuni Neraka Jahannam adalah orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya sebagaimana disampaikan dalam Alquran Surah Al-Mukminum:103   

Dan barangsiapa yang ringan timbangannya[1025], Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka jahannam (Qs. Al-Mu’minum:103)

     Mereka hidup di dunia ini lebih senang berbuat jahat atau melanggar perintah Allah dari pada berbuat baik, sehingga amal jahatnya jauh lebih banyak dan berat dibandingkan dengan amal kebaikannya, padahal mengerjakan satu saja kebaikan akan dibalas 10 kali lipat kebaikannya, sementara jika ia berbuat kejahatan hanya akan dibalas satu kali sebagaimana disampaikan dalam Alquran Surah Al-An’am ayat 160

Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan) (Qs. Al-An’am:160)

    Berbuat baik satu kali saja akan seimbang dengan 10 kali kejahatanya, sehingga orang yang memiliki timbangan amal kebaikan lebih ringan dari amal perbuatan jahatnya, menunjukkan bahwa orang tersebut memang jarang sekali melakukan  amalan kebaikan, sehingga mereka mendapatkan ancaman Neraka jahannam.

8. Neraka Darul Bawar

   Salah satu nama Neraka adalah Darul Bawar  artinya lembah kebinasaan, sebab orang-orang yang dimasukkan ke dalam  Neraka Darul Bawar akan mengalami kebinasaan. Allah berfirman tentang lembah kebinasaan ini dalam Surah Ibrahim ayat 28.

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang Telah menukar nikmat Allah[789] dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? (Qs. Ibrahim:28)

     Penghuni Neraka Darul Bawar adalah orang yang telah menukar nikmat Allah yaitu berupa petunjuk dengan kekafiran sehingga mereka akan dimasukkan kedalam Neraka Darul Bawar.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAKAT

   Zakat Oleh :Nurdin Mappa 1.1    Pengertian Zakat      Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diber...