Mengenal Bahan
Bakar Neraka
Oleh: Nurdin Mappa
Neraka adalah tempat yang sangat panas, dimana bahan bakar api neraka bukan seperti yang biasa digunakan di dunia ini yang berupa energy fosil yaitu minyak, batu bara, gas atau kayu bakar akan tetapi bahan bakar api neraka adalah batu dan manusia sendiri, hal ini disampaikan dalam Alquran Surah Al-Baqarah:24
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir (Qs. Al-Baqarah:24)
Bahan bakar ini menunjukkan kekekalan dari
sumber bahan bakar api Neraka, oleh karena batu berarti tidak akan habis
terbakar ia akan terus bertahan terus selama-lamanya, termasuk manusia yang
menjadi bahan bakarnya ia akan kekal oleh karena orang yang ada dalam Neraka
kekal sehingga selama dalam Neraka
dirinyalah yang akan menjadi bahan bakar api Neraka.
Bahan bakar lain dalam Neraka adalah harta
orang-orang kikir yang selama ini mereka kumpulkan terutama berupa emas dan
perak. Harta mereka ini akan dijadikan
sebagai bahan bakar dalam Neraka. Emas
dan perak ini akan dipanasi kemudian pemilikinya sendiri yang akan disterikakan
bahkan ada yang dipanggang di atas hartanya sendiri ( Qs. At-Taubah:34-35).
Bahan bakar Neraka selanjutnya adalah berasal dari bahan-bahan atau benda yang selama ini dunia ini mereka jadikan sebagai berhala-berhala untuk disembah atau dijadikan Tuhan, hal ini dijelaskan oleh Allah Subhana Wataalah Surah Al-Anbiya:98
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya (Qs. Al-Anbiya:98)
Jadi apa saja yang disembah oleh manusia
selama hidup di dunia akan menjadi bahan bakar api neraka yang akan digunakan
untuk membakar orang yang menyembahnya, sehingga jika mereka menyembah patung
maka patung akan diubah menjadi bahan bakar buat penyembahnya, jika ia
menyembah batu, maka batu ini akan dijadikan bahan bakar buat mereka yang
menyembahnya, jia ia menyembah pohon dan lain-lain maka semuanya dijadikan
sebagai bahan bakar untuk dirinya sendiri.
Bahan bakar api Neraka yang lain untuk orang kafir adalah termasuk keluarganya yaitu anak-anak mereka dan harta yang selama ini mereka kumpulkan. Hal ini disampaikan oleh Allah dalam Alquran Surah Ali-Imran ayat 10
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka (Qs. Ali-Imran:10)
Harta dan anak-anak orang kafir yang selama ini mereka sangat cintai di dunia justru akan menjadi bahan bakar untuk mereka sendiri di dalam Neraka. Oleh karena itu kita diingatkan bahwa harta, anak-anak dan istri adalah ujian buat kita semua (Qs. Alkahfi:46). Supaya harta tidak menjadi bahan bakar, mari yang sudah terpenuhi syarat hukum hartanya yaitu sudah sampai senizab dan khaul supaya ditunaikan zakatnya dan senangtiasa mengimpakkan di jalan Allah, seperti memberi makan kepada orang miskin. Begitu pula agar anak dan istri tidak menjadi bahan bakar buat kita maka mari jaga mereka dari api Neraka sebagaimana disampaikan dalam Alquran Surah At-Tahrim ayat 6
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Qs. At-Tahrim:6).
Cara menjaga istri dan anak agar mereka tidak menjadi bahan bakar neraka buat kita sendiri adalah dengan mendidik mereka mengamalkan perintah Allah Subhana Wataalah, seperti memerintahkan kepada mereka untuk menegakkan shalat sebagaimana diperintahkan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Surah Thaha:132
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa (Qs. Thaha:132).
Bahkan secara khusus Rasululah saw
mengajarkan kepada kita untuk mengajari anak-anak kita menegakkan shalat sejak
dini, yaitu mulai mereka berumur tujuh tahun, sebagaiman disampaikan dalam
hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu , ia
berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)! (HR. Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197; Dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, II/406, no. 505 dengan sanad hasan, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya. Hadits ini dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Imam an-Nawawi rahimahullah dalam al-Majmû’ dan Riyâdhush Shâlihîn. Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Sanadnya hasan shahih.” Lihat Shahîh Sunan Abi Dawud, II/401-402, no. 509.)
Inilah salah satu kiat agar kelak harta,
anak dan istri tidak dijadikan sebagai bahan bakar api neraka untuk diri kita
sendiri, na uzubillahi minzalik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar