Selamat Datang


ASSALAMU ALAIKUM WR.WB, SYUKRAN ANDA TELAH SUDI MAMPIR DI BLOG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT.

Minggu, 20 Juni 2021

MERINDU SURGA (23_Finish)

 

 

Orang-orang yang di Haramkan Masuk Surga

Oleh: Nurdin Mappa

       Surga adalah tempat-tempat yang sangat diimpikan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh sebagai tempat terakhir untuk hidup kekal abadi selama-lamanya, akan tetapi sekalipun sangat menarik untuk dicapai namum tidak semua ummat manusia termasuk ummat Rasululah saw untuk dapat masuk Surga, oleh karena menurut hadits ada ummat Rasululah saw yang tidak mau masuk Surga, sekalipun mereka tidak menyatakan dengan ucapan mereka, akan tetapi ketidak taatannya kepada Nabiullah Muhammad saw yang menjadi penyebab mereka tidak dapat masuk Surga, sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan, para Sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah yang enggan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).”(HR. Bukhari, Imam Ahmad, Imam al-Hakim),

    Hadits di atas menjelaskan kepada kita bahwa salah satu golongan yang tidak akan masuk Surga adalah orang yang tidak mentaati perintah Rasululah Saw. Diantara mereka ada yang tidak mau mengerjakan perintah Rasululah seperti shalat, puasa, haji, zakat dan lain-lain, adapula yang mengerjakan amalan tetapi tidak sesuai dengan sunnah Rasulula Saw, mereka berani membuat-buat atau mengurangi perkara syar’I sehingga mereka terjebab dalam amalan bid’ah.  Padahala siapa yang berani membuat-buat bid’ah dalam persoalan ibadah khas tempatnya dalam Neraka, sebagaimana disampaikan dalam hadits berikut:

Maka sesungguhnya, siapa diantara kalian yang masih hidup setelahku, maka akan melihat perselisihan yang banyak, maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa’ yang mendapat bimbingan dan petunjuk, pegangglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham, dan jauhilah oleh kalian perkara yang baru (dalam agama) karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah pasti sesat. [HR. Abu Dawud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676 dari al-‘Irbadh bin Sâriyah Radhiyallahu anhu dan dishahihkan Syaikh al-Albani].

    Oleh karena itu yang memasukkan seseorang ke dalam Neraka bukan hanya karena tidak melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya akan tetapi termasuk orang melakukan amalan akan tetapi tidak I’tiba’ kepada Rasululah Saw dalam melaksanakan ibadah khususnya ibadah mahdah.
 
   Selanjutnya orang yang diharamkan masuk Surga diantarnya adalah pencandu khamar, orang durhaka kepada kedua orang tua, dayyuts yaitu orang yang membiarkan kejahatan dalam keluarganya, hal ini dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Umar ra:

“ Tiga golongan manusia yang Allah haramkan Surga bagi mereka : Pecandu khamar,Orang yang durhaka kepada kedua orang tua, Dayyuts; orang yang membiarkan kemaksiatan di tengah-tengah keluarganya. (HR. Ahmad)

    Berdasarkan hadits di atas pencandu khamar diharamkan masuk Surga oleh karena mereka gemar melanggar larangan Allah Subhana Wataalah yaitu meminum minuman yang diharamkan oleh Allah Subhana Wataalah (Qs. Al-Baqarah:129 – 130, Al-Maidah:90), perbuatan meminum khamar sama dengan meminum najis dan perbuatan syetan. Begitupula durhaka kepada orang tua adalah dosa besar yang tidak mungkin diampuni oleh Allah kecuali keduanya memberikan ridha, sedangkan membiarkan kemaksiatan ditengah-tengah keluarga artinya ia membiarkan keluarga masuk neraka, padahal ada perintah Allah Subhana Wataalah untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka  sebagaimana disampaikan dalam Surah  At-Tahrim:6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Qs. At-Tahrim:6)

    Termasuk orang yang diharamkan mencium bau Surga adalah wanita-wanita yang berpakaian seperti orang-orang jahiliah yaitu mereka menyanggul rambut mereka seperti ponok unta, padahal bau Surga dari jauh sudah tercium, hal di dasarkan pada hadits berikut:

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim), dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak jauh sekali),” (HR. Muslim dan yang lain)

     Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang juga diharamkan oleh Allah mencium bau Surga.  Mungkin yang dimaksudkan adalah wanita-wanita yang berpakaian akan tetapi tidak menutup aurat dari kepala sampai ujung kaki atau wanita yang menutup seluruh badan akan tetapi tipis, sehingga Nampak auratnya.

      Termasuk pada hadits di atas diterangkan bahwa penguasa yang zalim digambarkan memegang cemeti seperti ekor sapi untuk mencambut manusia, tidak akan mencium bau Surga.

    Bahkan orang yang memiliki kesombongan sebesar biji zarrah di dalam hatinya tidak akan diperkenangkan masuk Surga, sebagaimana hadits diterangkan di bawah ini:

Artinya: "Dari Uqbah bin ‘Amir RA, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW, bersabda, “Orang yang meninggal dunia, dan ketika ia meninggal itu di dalam hatinya masih ada sebesar biji sawi dari sombong, maka tidaklah halal baginya surga, tidak mencium baunya dan tidak pula melihatnya”. [HR. Ahmad, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566].

 Hadits di atas senada dengan hadits di bawah ini yang juga menerangkan tentang orang-orang yang sombong yang tidak akan masuk Surga

Artinya:“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Alloh itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim).

     Kesombongan yang dimaksud adalah orang-orang yang di dalam hatinya menolak kebenaran yang datang dari Allah Subhana Wataalah, mereka tidak akan pernah mencium bau Surga.  Sifat kesombongan ini pula yang mengakibatkan Iblis Laktunallah di usir oleh Allah dari Surga. Ketika ia diperintah Allah untuk sujud kepada Adam as, dalam artian memberi hormat Iblias enggang, tidak mau dengan menyombongka diri, sebagaimana disampaikan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Surah al-A’raf ayat 11 -13

11.  Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud. 12.  Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" menjawab Iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". 13.  Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".(Qs. Al-A’raf:11-13).

    Demikianlah akibat kesombongan bagi pelakunya tidak akan mendapatkan tempat di dalam Surga, banyangkan saja Iblis yang sudah ada di Surga dikeluarkan oleh Allah karena kesombongannya, lalu bagaimana dengan manusia sekarang akan masuk Surga, sementara ia memiliki kesombongan di dalam hati mereka.

     Kesombongan itu selendang Allah, subhana Wataalah, jadi janganlah diambil, biarkan milik Allah kita tidak berhak memilikinya, hal ini disampaikan dalam hadits di bawah ini:

Artinya: "Dari Fadlalah bin ‘Ubaid RA ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak perlu ditanya tentang mereka itu (dan langsung dimasukkan neraka) yaitu : 1. Orang yang mencabut selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah itu adalah sombong dan pakaian-Nya adalah kebesaran, 2. Orang yang ragu-ragu terhadap perintah Allah dan, 3. Orang yang putus asa dari rahmat Allah”. [HR. Thabarani, dalam Tarhib wat Targhib juz 3, hal. 562].

    Pada hadits di atas terungkap juga bahwa orang-orang yang diharamkan masuk Surga adalah orang-orang yang ragu-ragu terhadap perintah Allah.  Karena keraguannya maka mereka tidak percaya kepada perintah Allah Subhana Wataalah, akibatnya mereka tidak mau patuh dan tunduk kepada perintah Allah, padahal semua yang datang dari Allah Subhana Wataalah adalah kebenaran yang hak  sebagaimana disampaikan pada surah Albaqarah ayat 147:

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu (Qs. Al-Baqarah:147).

    Pada hadits di atas juga dijelaskan bahwa orang yang berputus asa dari rahmat Allah tidak akan masuk Surga. Orang yang berputus asa dari rahmat Allah sama halnya meragukan sifat kasih sayang Allah Subhana Wataalah kepada hamba-Nya yang penuh di rahmat dan kasih sayang, padahal ada peringatan Allah agar manusia tidak berputus asa dari Rahmat-Nya sebagaimana disampaikan dalam Surah Az-Zumar ayat 53-54

53.  Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.54.  Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu Kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

 

    Bahkan kepada hamba-hamba Allah yang sering melampaui batas dari ketentuan Allah atau hamba Allah yang sering melakukan maksiat dilarang untuk berputus asa, oleh karena Allah maha penerima taubat, seperti yang disampaikan oleh Allah pada Surah At-taubab ayat 104 

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang?(Qs. At-Taubah:104)

     Dengan penjelasan Allah ini maka tidak pantas seorang hamba-Nya berputus asa dari Rahmat dan kasih sayang-Nya.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAKAT

   Zakat Oleh :Nurdin Mappa 1.1    Pengertian Zakat      Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diber...