Oleh: Nurdin Mappa
Secara fisik penghuni Surga berbeda
dengan kondisi fisik ketika manusia hidup di dunia. Kondisi rombongan orang-orang yang telah memasuki Surga dijelaskan oleh Ibnu
Katsir dan At-Thabari dengan mengutip hadits berikut:
Artinya, “Ketika kaum yang bertakwa telah sampai di depan pintu surga, mereka berjumpa dengan sebuah pohon yang keluar dari pangkalnya dua mata air. Mereka lalu bersegera menuju salah satunya.Mereka bergegas meminumnya seolah diperintahkan.Dari itulah kemudian keluar semua kotoran dari perutnya. Kemudian mereka bergegas menuju ke mata air yang lain, lalu mereka berwudhu dengannya seperti diperintahkan. Mendadak wajah mereka berseri-seri.Tiada pernah mereka mengurai kepalanya selamanya setelahnya, dan tiada mereka mengalami kerusakan.Lalu mereka bergegas masuk surga dan dipapah oleh para wildan yang bagaikan mutiara berkilauan,” (HR Imam Muslim).
Secara lengkap Kondisi fisik orang-orang yang memasuki Surga
diceritakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa permulaan
rombongan yang memasuki Surga keadaan mereka bagaikan rembulan purnama di malam
hari, tiada meludah, tidak ada lagi ingus, dan kotoran mata, sisir tempat makan
mereka terbuat dari emas dan perak, tidak lagi buang air besar dan kecil,
keringat mereka harum bagaikan misik, dan tiap-tiap mereka memiliki istri lebih
dari satu yang cantiknya luar biasa dan tidak ada lagi rasa benci dan cemburu
diantara mereka, serta mereka senangtiasa bertasbih setiap saat pagi dan sore,
hal ini dijelaskan dalam hadits berikut:
Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Permulaan
rombongan yang memasuki surga, gambaran mereka adalah menyerupai rembulan di
malam purnama.Mereka tiada meludah di dalamnya, tiada beringus, tiada kotoran
mata.Wadah dan sisir mereka terbuat dari emas dan perak, tiada pernah buang air
besar atau kecil, peluh mereka misik, dan tiap-tiap dari mereka dua istri
(bidadari) yang seolah tampak urat betis di balik kulit mereka karena
cantiknya.Tiada perselisihan di antara mereka dan tiada saling membenci.
Hati-hati mereka satu, senantiasa bertasbih kepada Allah di pagi dan sore hari,’” (HR Imam Ahmad
dan Imam Muslim)
Jika di dunia ini umur manusia bervariasi berbeda dengan penghuni
Surga tidak ada yang terlalu tua atau terlalu muda umurnya semua sebaya, hal
ini dijelaskan oleh Allah dalam Alquran Surah Al-Waqiya:35 – 37
Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung[1451] Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya (Qs. Al-Waqiah:35-37).
“Dari
Muadz bin Jabal, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Penghuni surga kelak masuk ke dalamnya dalam keadaan tak berbulu, muda, dan
bercelak mata, sekira usia 33 tahun,’” (HR At-Tirmidzi).
Keadaan tidak berbulu ini mengakibatkan
badan dari penghuni Surga bersih
sehingga tidak lagi merepepotkan harus mengcukur bulu-bulu setiap saat.
Begitupula hadits
dari Al-Miqdam ra dijelaskan bahwa penghuni Surga semua sebaya umurnya,
sekalipun ketika mereka meninggal ada yang berusia anak-anak, remaja atau usia
tua, semuanya kembali menjadi muda dengan umur rata-rata 33 tahun, ia akan
tampang sebagaimana tampangnya Nabi Yusuf as dan berperawakan seperti Nabi Adam
as dan memiliki hati seperti hati Ayyub
as yang penuh dengan kesabaran, inilah bedanya dengan penghuni Neraka yang akan
membesar dan membengkak seperti bukit, hal ini disampaikan dalam hadits
berikut:
“Dari Al-Miqdam ra, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, ‘Tidak ada satu pun orang nanti, baik yang mati keguguran atau
mati ketuaan, hanya sanya di antara itu melainkan akan dibangkitkan sekira
berusia 33 tahun. Jika ia penghuni surga, maka ia akan seperti perawakan Nabi
Adam ‘alaihissalam, rupa Nabi Yusuf ‘alaihissalam, dan hati Nabi Ayub
‘alaihissalam. Tetapi jika ia penghuni neraka, maka ia akan membesar dan
membengkak seperti bukit,’” (HR
Al-Baihaqi dengan sanad yang baik).
Dijelaskan juga dalam beberapa Hadits dengan sejumlah perawi tentang
keadaan kulit, bentuk rambut dan perawakan penghuni Surga, bahwa penghuni Surga
tidak berbulu, usianya masih muda, kulitnya putih, rambutnya ikal dan matanya
bercelak, dengan tinggi badan 60 hasta,
lebar badan 7 hasta, perawakannya
seperti Nabi Adam as, hal ini dijelaskan pada hadits berikut:
“Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Penghuni surga kelak masuk
ke dalamnya dalam keadaan tak berbulu, muda, putih, berambut ikal, dan bercelak
mata, sekira usia 33 tahun. Perawakan mereka seperti Nabi Adam ‘alaihissalam,
yaitu tinggi 60 hasta dan lebar 7 hasta,’” (HR Ahmad, Ibnu Abid Dunia,
At-Thabarani, dan Al-Baihaqi. Semuanya mendapat riwayat dari Ali bin Zaid bin
Jad’an, dari Ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah ra.).
Hadits ini menunjukkan bahwa penghuni
Surga memilik tinggi badan dan besar
badan rata-rata sama. Penghuni Surga
tidak ada lagi yang berperawakan pendek, kecil, dekil, kegemukan, kurus
kerepeng, tinggi, Semua memilik perawakan standar yaitu badan Nabi Adam as.
Dijelaskan
pula dalam hadits bahwa umur muda tidak akan pernah berubah menjadi tua, mereka
akan tetap muda selamanya dan pakaian yang dipakai tidak pernah rontok atau
lusuh selalu rapi, hal dijelaksna dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam menjelaskan:
”Penduduk
surga jurdun, murdun, bercelak.Usia mudanya tidak pernah sirna, dan pakaiannya
tidak pernah lusuh.” (HR.
Turmudzi 2539, ad-Darimi 2863 dan dihasankan al-Albani).
Sedangkan laki-laki di Surga diberi
kekuatan yang luar biasa, terutama kekuatan melakukan hubungan seks, ia diberi
kemampuan dapat melakukannya terhadap 100 bidadari dalam sehari
Ada yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan berhubungan dengan
bidadari-bidadari kita di surga?”Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa
sallam berkata, “Seseorang di surga mampu berhubungan dengan 100 bidadari
dalam sehari.” (HR. Abu Nu’aim dalam Shifat Al-Jannah, 1: 169; Al-Bazzar
dalam musnadnya, 3525; Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir, 2: 12. Dikatakan bahwa
sanad hadits ini shahiholeh Syaikh Al-Albani dalam Silsihah
Al-Ahadits As-Shahihah, no. 367)
Demikian
kondisi fisik penghuni Surga, yang sangat berbeda dengan kondisi fisik kita di
dunia ini, semoga kita dapat menjadi penghuni Surga kekal selama-lamanya di
dalam dengan kondisi fisik yang luar biasa, Amiin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar