Oleh: Nurdin Mappa
Surga seperti halnya tempat-tempat di dunia ini memiliki pintu-pintu, akan tetapi pintu Surga berbeda dengan pintu-pintu di dunia walaupun bangunan itu berupa istana yang paling megahpun. Perbedaan pintu surga dan pintu di dunia dapat berupa luas dan keindahan serta peruntukannya. Pintu surga lebih dari satu (Qs. Az-zumar:73). Menurut tafsir Ibnu Katsir dan Imam Al-Kurtubi kata waawu menunjukkan pintu Surga ada delapan. Sedangkan menurut Hadits dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu,
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257).
Adapun nama-nama pintu Surga yang lain, adalah pintu Shalat yang akan dilewati oleh ahli shalat, pintu sadaqah yang akan dilewati oleh ahli shadaqah, pintu jihad yang akan dilewati oleh Ahli Jihad, pintu Arrayyang akan dilewati oleh ahli puasa, Ada orang yang dipanggil memasuki pintu mana saja yang ia kehendaki, hal ini dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah ra
“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”
Ketika mendengar hadits ini maka Abu Bakar RA bertanya sebagaimana disampaikan dalam hadits berikut:
Ketika mendengar hadits ini, Abu Bakar
pun bertanya, demi “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah,
kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari
pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu
tersebut?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027)
Pintu syurga selanjutnya bernama Al-Ayman, yaitu pintu yang disiapkan bagi ummat Nabiulah Muhammad saw yang tidak dihisab, sebagaiamana disampaikan hadits dari Abu Khurairah ra.
Wahai Muhammad masukkanlah dari ummatmu yang tidak dihizab ke pintu Al-Ayman dari pintu-pintu surge, sedangkan pintu-pintu surge yang lain adalah pintu surge buat semua orang (HR. Bukhari dan Muslim)
Pintu Surga selanjutnya bernama Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas (mudah menahan amarah dan memaafkan orang lain) terdapat dalam hadits dari Rawh bin ‘Ubadah, dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal.
“Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28).
Pintu Surga selanjutnya adalah babul walid (pintu berbakti kepada orang tua, berdasarkan hadits dari Abud Darda’ radhiallahu’anhu, bahwa Nabiullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau mau menyia-nyiakannya, silakan. Atau jika engkau mau menjaganya, silakan” (HR. Tirmidzi no.1900, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, no. 914).
Sedangkan pintu Surga yang lain adalah pintu Shalat, yang dilewati oleh para ahli shalat, dan pintu yang lain adalah pintu Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.
Semoga kita termasuk salah satu ummat Rasululah saw yang dirindukan dan dipanggil memasuki salah satu dari delapan pintu Surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar