Selamat Datang


ASSALAMU ALAIKUM WR.WB, SYUKRAN ANDA TELAH SUDI MAMPIR DI BLOG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT.

Sabtu, 15 Mei 2021

MERINDU SURGA (1)

 

Surga Tumpah Darah Manusia

Oleh:Nurdin Mappa 


      Surga sesungguhnya bukanlah tempat yang asing bagi manusia, oleh karena Nabi Adam as bersama istrinya pertama kali ditempatkan oleh dalam Syurga, mereka pernah bertempat tinggal di dalamnya dan dipersilahkan untuk hidup dan menikmati semua fasilitas yang sudah diciptakan oleh Allah dalam Syurga, sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam Alquran Surah  Al-Baqarah:35 Dan kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini[37], yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim (Qs. Al-Baqarah:35)

      Sekalipun tempat tinggal di Surga  kemudian harus ditinggalkan oleh Nenek Moyang kita, menuju dunia ini karena pelanggaran yang mereka lakukan akibat pengaruh dari Iblis laktullah, hal ini disampaikan dalam Al-quran Surah Al-Baqarah ayat 36

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu[38] dan dikeluarkan dari keadaan semula[39] dan kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."(Qs. Al-Baqarah:36)

      Adam dan hawa dengan tipu daya syaitan memakan buah pohon yang dilarang itu, yang mengakibatkan keduanya keluar dari surga, dan Allah menyuruh mereka turun ke dunia. yang dimaksud dengan syaitan di sini ialah Iblis yang disebut dalam surat Al Baqarah ayat 34.

Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu kepada Adam," Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir (Qs. Al-Baqarah:34)

      Kita selaku anak cucu Adam As belum pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri  kondisi tempat tinggal Nenek kita itu. Informasi tentang Surga banyak diketahui melalui apa  yang digambarkan dalam Alquran sebagai kampung yang sangat luar biasa, yang tidak ada tolok bandingnya.   Sebagai keturunan Nabiullah Adam As tentu ingin melihat langsung kampung halaman yang pernah ditinggalkan oleh nenek moyang kita itu.   Sebagaimana layaknya seorang perantau  yang telah lama meninggalkan kampung halamannya dan sudah beranak pianak di seberang sana, maka pasti anak keturunan mereka ingin sekali melihat kampung kelahiran orang tua mereka, apalagi kalau mereka pernah mendengar kisah kampung yang ditinggalkan oleh orang tuanya dengan panorama alam yang indah, sungai-sungai yang mengalir dengan air yang deras dan bening, gunung-gunung yang indah, danau-danau yang luas dan padang rumput yang membentang luas, serta berbagai jenis tanaman dan buah-buahan serta berbagai jenis ternak dan berbagai keindahan yang lain. 

    Maka kita selaku anak cucu Adam as, yang sementara tinggal di dunia ini pasti juga merasakan kerinduan yang membuncah dan tak tertahankan  untuk ingin kembali melihat langsung Surga dan bertempat tinggal di kampung halaman pertama, nenek kita Adam as, yang dipenuhi dengan segala kenikmatan,  hidup kekal selama-lamanya dan tidak ingin lagi keluar dari sana, sebagaimana disampaikan dalam Al-quran Surah Al-Baqarah:82. 

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya (Qs. Al-Baqarah:82)

      Oleh karena itu persiapkanlah bekal  untuk  melakukan perjalanan ke sana dengan rentang waktu yang sangat singkat ini, oleh karena kita tidak lama hidup untuk meraup berkal sebanyak-banyaknya dan sebaik-baik bekal yang harus dipersiapkan adalah bekal takwa, sebagaimana disampaikan dalam Alquran Surah Al-Baqarah:197

 … dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal (Qs. Al-Baqarah:197)

      Mari sesama anak cucu Adam  bergegaslah, jangan ditunda-tunda lagi, kampung halaman itu juga menunggu kehadiran kita dan tidak usa khawatir tidak mendapatkan jatah tempat oleh karena Surga diciptakan oleh Allah seluas langit dan bumi, hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Surah. Ali-Imran:133 dan Al-Hadid:21.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (Qs. Ali-Imran:133).

     Jangan seolah-olah mau berniat untuk tetap tinggal di dunia,  sebab nilai dunia ini tidak sampai seberat sayap nyamuk, sebagai disampaikan dalam hadits dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

    Lalu kenapa ada manusia terlalu mencintai dunia sebagai kampung halamannya padahal ada kampung halaman yang jauh lebih baik dari pada dunia ini yaitu kampung akhirat yang di dalamnya ada kampung Surga, sebagaimana disampaikan dalam Surah Al-Isra’:21, Ad-Duha:4. 

Perhatikanlah bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). dan pasti kehidupan akhirat lebih Tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya (Qs. Al-Isra’:21).

     Kebaikan akhirat bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh jauh lebih hebat dibandingkan dengan kebaikan di dunia ini, sekalipun kita memiliki dunia ini dan seisinya, oleh karena bagi orang yang beriman, “ Nilai shalat sunnat dua rakaat saja sebelum subuh, jauh lebih hebat dari pada dunia dan isinya.

4 komentar:

ZAKAT

   Zakat Oleh :Nurdin Mappa 1.1    Pengertian Zakat      Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diber...