Pengertian Ilmu Falak
Oleh: Dr. Alimuddin, M.Ag dan Dr. Ir. Nurdin M.M.
1. Pengertian Ilmu Falak
Menurut bahasa
Falak artinya orbita atau lintasan benda-benda langit, sehingga ilmu falak adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari benda-benda langit
khususnya bumi, bulan dan matahari pada
orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan yang lainnya
agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.
Ilmu ini disebut dengan ilmu Falak,
karena ilmu ini mempelajari lintasan
benda-benda langit. Ilmu ini disebut pula dengan ilmu hisab, karena ilmu
ini menggunakan perhitungan. Ilmu ini disebut pula rashd, karenma ilmu ini memerlukan
pengamatan .Ilmu ini sering pula disebut dengan ilmu miqad, karena ilmu ini
mempelajari tentang batas-batas waktu. Dari keempat istilah di atas yang
populer di masyarakat adalah “ilmu
Falak”dan “ ilmu Hisab “
Adapun astronomi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit secara umum. Sedangkan astrologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
benda-benda langit dengan nujum untuk mengetahui pengaruh benda-benda langit itu terhadap kehidupan (nasib ) seseorang di bumi.
Astrologi inilah yang dikenal dengan ilmu
nujum.
2. Pengertian Yang Lain Tentang Ilmu Falak
Terkadang pengertian Ilmu Falak tidak diartikan seperti tersebut di
atas, tetapi diartikan sebagai ilmu
nujum , yaitu ilmu yang dapat meramalkan tentang nasib masa depan seseorang.
Ilmu ini biasa disebut dengan Astrologi
( ilmu Nujum ). Dengan demikian, maka perbedaan antara astronomis dengan astrologi sebagai berikut :
1. Astronomis,
merupakan ilmu perhitungan yang dipelajari untuk mengertahui letak,gerak,ukuran
dan lingkaran benda-benda langit dengan didasarkan ilmiyah yang selanjutnya
dengan pengetahuan itu , kita dapat menentukan hitungan tahun , bulan, waktu
gerhana dan sebagainya. Sedangkan astrologi, merupakan ilmu perbintangan yang
dipelajari dengan dihubung-hubungkan dengan ramalan tentang kejadin-kejadian
yang belum terjadi, termasuk juga tentang nasib manusia.
2. Astronomis,
banyak sekali sangkut pautnya dengan
ilmu pasti. Olehnya itu hasil mempelajari astronomi dapat dibuktikan secara
pasti Sedang Astrologi, banyak berdasarkan ramalan-ramalan, sehingga dengan
demikian hasilnya belum dapat dipastikan kebenarannya.
3. Mempercayai
hasil perhitungan Astronomi, berarti mempercayai suatu peristiwa yang
berdasarkan fakta-fakta, sedang mempercayai hasil perhitungan Astrologi, berarti mempercayai tentang
kebenaran suatu ramalan yang bersifat ghaib, yang menurut ajaran Islam dapat
mengamcam tidak diterimanya shalat selama 40 malam, sebagaimana hadis
Rasulullah SAW.yang menyatakan :
Artinya
:
“Barangsiapa yang mendatangi tukang
ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim 2230).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar