Selamat Datang


ASSALAMU ALAIKUM WR.WB, SYUKRAN ANDA TELAH SUDI MAMPIR DI BLOG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT.

Jumat, 25 Juni 2021

BERPANTANG NERAKA (3)

 

Mengenal Bentuk Siksan Dalan Neraka

Oleh:Nurdin Mappa

 

       Neraka adalah tempat penyiksaan bagi orang-orang yang dimasukkan ke dalamnya, dia adalah tempat yang pedih, menyengsarakan di atas sengsara.  Semua bentuk siksaan yang tidak diingini oleh manusia justru disiapkan oleh Allah dalam Neraka.

       Diantara bentuk siksaan Allah dalam neraka adalah berupa api yang membakar menghanguskan kulit. Setiap kulit mereka hangus terbakar diperbaharui lagi, begitulah seterusnya tidak akan pernah berhenti di dalam Neraka. Hal ini disampaikan oleh Allah dalam Alquran Surah An-Nisa:56

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. An-Nisa:56)

 

     Tujuan dari penyiksaan dalam neraka adalah agar manusia merasakan siksa sepanjang masa, supaya siksaan mereka rasakan terus-menerus maka kulit harus utuh kembali oleh karena kulit manusia adalah indra perasa yang dapat merasakan panas dan dingin.

     Bentuk siksaan yang kedua adalah disiram dengan air panas yang mendidih dari atas kepala mereka sehingga menghancurkan seluruh kulit sampai kepada seluruh isi perut, hal ini dijelaskan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Alquran Surah Al-Hajj ayat 19 -20

.Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. 20.  Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka) (Qs. Al-Hajj:19-20).

 

    Disamping siksaan berupa siraman air panas yang menghancurkan bagian-bagian tubuh bagi penghuni neraka mereka juga akan dibuatkan pakaian khusus.  Pakaian mereka terbuat dari pelanking atau ter yang panas sebagaimana Allah jelaskan dalam Surah Ibrahim ayat 49-51

49.Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. 50.Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, 51.Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

 

    Disamping dipakaian dengan baju yang sangat panas dari bahan pelanking atau ter mereka juga dipakaiankan masker yang menutupi  wajah mereka dari api Neraka.

    Bentuk siksaan selanjutnya dalam Neraka adalah menyerek mereka dengan wajah yang bergesek dengan tanah neraka, mata yang dulu melihat dibutakan dan pendengaran mereka dicabut, hal dijelaskan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Alquran surah Al-Isra ayat 97

 … dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, kami tambah lagi bagi mereka nyalanya (Qs. Al-Isra:97)

 

     Muka bagi manusia adalah bagian yang paling di mulyakan dan sekaligus menjadi kebanggaan setiap manusia, bagaimanapun muka mereka tetap saja mereka ingin melihatnya, itulah sebabnya manusia senang bercermin, sebagai suatu tanda mereka sangat menyenangi muka mereka dan tidak ada manusia yang mencela mukanya sendiri, oleh karena itu Rasululah melarang memukul muka seseorang sebagai bentuk pemulian kepada manusia, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

إذَا قاتَلَ أحَدُكُمْ فلْيَجْتَنِبِ الوَجْهَ.

“Jika salah seorang dari kalian berperang (memukul), maka hendaklah ia menghindari bagian wajah” (HR. Bukhari : 2372).

    Salah satu bentuk penghinaan Allah Subhana Wataalah sekaligus bentuk siksa adalah menyeret penghuni neraka dengan wajah mereka dalam keadaan tuli dan buta.  Selanjutnya mereka akan dilemparkan ke dalam Neraka dengan muka bagian depan, sehingga bagian yang paling cepat terbakar adalah bagian muka, sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam Alquran Surah An-Naml:90

Dan barang siapa yang membawa kejahatan, Maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan (Qs. An-Naml:90).

 

    Ketika mereka diseret dengan bagian muka mereka, kaki tangan mereka dalam keadaan terbelenggu (terikat) dan terantai serta dibagian leher mereka dipasangi rantai, lalu mereka diseret ke air panas yang mendidih, kemudian mereka dibakar dengan api,  hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Alquran Surah al-Mukmin:70-72

70.  (yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul kami yang Telah kami utus. kelak mereka akan mengetahui, 71.  Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,

72.  Ke dalam air yang sangat panas, Kemudian mereka dibakar dalam api (Qs. Al-Mu’min:70-72)

 

      Orang-orang yang diperlakukan dalam Neraka seperti yang digambarkan dalam ayat Alquran di atas adalah orang-orang yang ketika mereka hidup di dunia mereka mendustakan Alquran, tidak mengimaninya, bahkan sering melecehkannya.  Sungguh banyak manusia sekarang ini sering melecehkan Alquran ada yang secara fisik menginjak-injak, menduduki, merobek-robek Alquran dan ada secara non fisik dengan mengkafirinya.

    Siksaan selanjutnya dalam Neraka adalah muka mereka dihitamkan.  Orang yang dihitamkan mukanya karena ia murtad dari Islam, ia kafir setelah beriman.  Hal ini disampaikan dalam Alquran Surah Ali-Imran ayat 106

106.  Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu" (Qs. Ali-Imran:106)

     Muka mereka begitu gelapnya sehingga digambarkan bahwa orang-orang yang hitam mukanya itu bagaikan malam yang gelap gulita, tak ada seberkas cahayapun yang memancar dari wajah mereka, hal ini dijelaskan oleh Allah Subhana Wataalah dalam Alquran Surah Yunus ayat 27

27.  Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. mereka Itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS. Yunus:27)

 

       Siksaan selanjutnya bagi penghuni Neraka adalah mereka akan dibuatkan tempat tidur dan selimut dari api Neraka, sehingga orang-orang dalam Neraka diliputi oleh Api, hal ini dijelaskan dalam Alquran Surah  Al-‘Araf:41

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka)[542]. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim (Qs. Al-‘araf:41)

 

     Orang dalam Neraka tempat tidurnya dan selimutnya dari api Neraka maksudnya mereka terkepung dalam api Neraka, sebagai dijelaskan di ayat lain pada surah Al-Angkabut:55

Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah Berkata (kepada mereka): "Rasailah (pembalasan dari) apa yang Telah kamu kerjakan" (Qs. Al-Angkabut:55)

      

   Siksaan yang lain bagi penghuni Neraka adalah api yang membakar sampai ke jantung mereka, sebagai dijelaskan dalam Surah Al-humazah ayat 4-7

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,  Yang (membakar) sampai ke hati (Qs. Al-Humazah:4-7)

 

    Menurut (Muhammad ibn Ka’ab al-Qurthubi ( 2006),“Api huthamah membakarnya sampai ke jantungnya, dan kemudian Allah menciptakan tubuh yang baru.

  Siksaan selanjutnya dalam Neraka ada orang yang terburai usus dan yang menarik ususnya adalah dia sendiri, hal ini disampaikan dalam hadits berikut:

Ali menuturkan kepada kami, Sufyan menuturkan kepada kami dari al-A’masy dari Abu Wa’il dia berkata;ada orang yang berkata kepada Usamah, “Seandainya saja engkau mau mendatangi si fulan dan berbicara menasihatinya.” Maka dia menjawab, “Apakah menurut kalian aku tidak berbicara dengannya melainkan aku harus menceritakannya kepada kalian. Aku sudah menasihatinya secara rahasia. Aku tidak ingin membuka pintu yang menjadikan aku sebagai orang pertama yang membuka pintu fitnah itu -menasihati penguasa dengan terang-terangan-. Aku pun tidak akan mengatakan kepada seseorang sebagai orang yang terbaik -walaupun dia adalah pemimpinku- setelah aku mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Mereka bertanya, “Apa yang kamu dengar dari beliau itu?”. Dia menjawab; Aku mendengar beliau bersabda, “Akan didatangkan seorang lelaki pada hari kiamat kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka dan terburailah isi perutnya di neraka sebagaimana seekor keledai yang berputar mengelilingi penggilingan. Maka berkumpullah para penduduk neraka di sekitarnya. Mereka bertanya, “Wahai fulan, apa yang terjadi padamu, bukankah dahulu kamu memerintahkan yang ma’ruf kepada kami dan melarang kami dari kemungkaran?”. Lelaki itu menjawab, “Dahulu aku memerintahkan kalian mengerjakan yang ma’ruf sedangkan aku tidak melakukannya. Dan aku melarang kalian dari kemungkaran namun aku justru melakukannya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Ghundar dari Syu’bah dari al-A’masy (HR. Bukhari [3027] , disebutkan pula oleh Bukhari dalam Kitab al-Fitan [6569] as-Syamilah).

    Orang yang mengalami siksaan dengan terburai ususnya ketika dilemparkan ke dalam api Neraka adalah orang-orang yang ahli nasehat (pendakwah) atau penyeru termasuk para muballigh yang memerintahkan kepada ummat untuk mengerjakan perintah Allah akan tetapi ia sendiri tidak melakukannya, ia melarang berbuat yang dilarang oleh Allah Subhana Wataalah akan tetapi ia sendiri tidak meninggalkannya, sehingga penghuni neraka yang lain heran kenapa ia bisa masuk neraka padahal dulu ia muballigh, ulama ustadz.  Tentang hal ini Allah sudah mengingatkan kita para muballigh akan kemurkaan Allah    jika ia hanya senang memanggil orang untuk melakukan kebaikan sementara ia sendiri tidak dapat melakukannya, hal ini disampaikan oleh Allah dalam Alquran surah Al-Baqarah:44

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?(Qs. Al-Baqarah:44)

 

    Kepada para penganjur kebaikan atau ahli dakwah bukan hanya diperingati agar jangan hanya pintar mengajak orang lain melakukan perintah Allah akan tetapi ia sendiri tidak mengerjakannya, akan tetapi diancam dengan kemurkaan Allah, sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam Alquran Surah Ash-Shaff:2-3   

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(Qs. Ash-Shaff:2-3).

 

   Bentuk kemurkaan Allah kepada orang yang ahli dakwah tapi ia sendiri tidak melaksanakannya adalah dimasukkan ke dalam Neraka dalam kondisi perut terburai, nauzu billahi minzalik.

    Alat penyiksa yang lain dalam neraka adalah rantai sepanjang 70 hasta.  Sebagimana halnya penjahat di dunia ketika mereka tertangkap mereka akan dirantai, di dalam neraka mereka juga akan dirantai dengan rantai yang panjang, sebagaimana dijelaskan dalam Al-quran Surah Al-Haqqah ayat 30-32

(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta (Qs. Al-Haqqah:30-32).

 

     Ketika orang-orang kafir ingin mencoba keluar dari Neraka mereka tidak dapat melakukannya oleh karena penjaga-penjaga Neraka akan mencambuk mereka dengan batang-batang besi, kemudian mereka dilempar lagi ke dalam neraka yang lebih dalam, hal ini disampaikan oleh  Allah SWT  Subhana Wataalah dalam Surah Al-Hajj:21-22

21.  Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.

22.  Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (kepada mereka dikatakan), "Rasailah azab yang membakar ini" (Qs. Al-Hajj:21-22)

     Selanjutnya bagi penyembah berhala akan dimasukkan ke dalam Neraka bersama dengan berhala-berhala yang mereka sembah, untuk menambah kepedihan dan penyesalan mereka, oleh karena mereka merasa apa yang mereka sembah selain Allah dapat menyelamatkan mereka sehingga untuk lebih merasakan penyesalan yang luar biasa dimasukkan sembahan-sembahan mereka ke dalam Neraka supaya ia tidak berhenti saling mencaci dan bertengkar terus dengan berhala-halanya, hal ini disampaikan dalam Alquran Surah Al-Anbiya ayat 98-99

98.Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.99.  Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. dan semuanya akan kekal di dalamnya (Qs. Al-Anbiya’:98-99).

    Ibn Rajab mengatakan, “Karena orang-orang kafir itu menyembah berhala-berhala, bukannya menyembah Allah SWT, dan mereka percaya berhala-berhala tersebut dapat menjadi perantara antara mereka dengan Allah sehingga dapat mendekatkan mereka kepada Allah SWT, mereka akan dihukum dengan mengikutsertakan berhala-berhala tersebut bersama mereka di neraka untuk menghina dan mempermalukan mereka, dan untuk membuat mereka menyesali perbuatan-perbuatan mereka. Karena, apabila suatu hukuman disertai dengan sesuatu yang menjadi penyebab dijatuhkannya hukuman tersebut, hal ini akan menambah kepedihandan penyesalan bagi si pelaku kejahatan.” Karena alasan ini pula, matahari dan bulan akan dilemparkan ke dalam neraka dan menjadi bahan bakarnya, untuk menghukum orang-orang kafir yang suka menyembah keduanya, bukannya menyembah Allah. Ini sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits, “Matahari dan bulan akan digulingkan dalam neraka Umar Sulaiman Al-Asyqar, (2001) sedangkan  Muhammad ibn Ka’ab al-Qurthubi, (2006) mengatakan, “Benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam neraka, karena merekalah yang disembah bukannya Allah subhanahu wa ta’ala yang telah disembah oleh orang-orang kafir. Benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam neraka bukan dengan maksud untuk menghukum benda-benda itu, karena benda-benda itu adalah benda mati yang tidak bernyawa, melainkan untuk menambah rasa penyesalan dan malu orang-orang kafir.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAKAT

   Zakat Oleh :Nurdin Mappa 1.1    Pengertian Zakat      Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diber...