BAHAYA ADUDOMBA
Oleh: Dr.Ir. Nurdin Mappa, M.M.
Segala puji milik Allah, yang telah menyatukan hati
ummat Islam dalam satu ikatan tauhid yang sebelumnya mereka bercerai berai
dalam kabila-kabila, dengan rahmat Allah mereka dipersatukan dalam ikatan saudara sesame muslim. Selanjutnya salam dan talim kepada Nabiullah
Muhammad saw, Nabi yang diutus oleh Allah Subhana wataalah yang telah
mengeluarkan manusia dari kejahiliyaan menuju cahaya Islam yang penuh dengan
persaudaraan.
Hadirin dan
hadirat yang sama berbahagia
Pada kesempatan ini izinkanlah saya menyampaikan sebuah ceramah dengan tema bahaya adudomba. Allah subhana wataalah memerintahkan kepada kita untuk senangtiasa bersatu dalam titian iman dan tidak boleh bercerai berai, sebagaimana Allah subhana Wataalah sampaikan dalam Al-quran:
Dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena
nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang
neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (Qs.
Ali-imran:103).
Persaudaraan
ummat Islam tidak terbatas, dimanapun mereka berada, apapun bangsa dan sukunya,
apapun warna kulit dan bahasanya mereka adalah ummat yang satu, mereka tak
terpisahkan bahkan mereka diibaratkan bagaikan satu bangunan yang kokoh dan
saling kuat menguatkan antara satu dengan yang lain, jika ada yang terluka
bagaikan satu tubuh mereka akan ikut merasakan apa yang dialami oleh saudara-saudaranya. Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa:
Seorang mukmin terhadap
orang mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagian mereka menguatkan
sebagian yang lain, dan beliau menjalin antara jari-jarinya (HR.Bukhari dan Muslim)
Persatuan
dan persaudaraan ummat Islam sering terkoyak oleh perbuatan segelintir orang
yang menginginkan ummat Islam tidak bersatu,
hanya karena kepentingan sesaat. Boleh jadi hanya kepentingan untuk
meraih kekuasaan ummat Islam dipecah
belah bagaikan membelah bambu, satu diinjak satu yang diangkat, mereka
diadudomba antara satu dengan yang lain sehingga antara ummat Islam saling
curiga-mencurigai, bahkan saling bermusuhan hanya karena kepentingan orang yang
dibelanya. Ummat dalam sejarah bangsa Indonesia hanya bersatu ketika melawan
penjajah setelah itu mereka terpolarisasi sesuai dengan kepentingan orang atau
kelompok yang mereka belah, bahkan tidak jarang ada kelompok yang justru lebih
mesra kepada ummat lain dibandingkan dengan saudara-saudaranya sendiri. Ummat Islam hanya dibutuhkan pada saat
tertentu setelah itu mereka diabaikan bahkan terkadang dikorbankan dengan
segala macam tuduhan-tuduhan yang tidak
beralasan, seperti tuduhan radikal hanya karena ummat Islam ini ingin
menjalankan sunnah Rasulnya, bahkan sampai celanapun dipersoalkan hanya karena
di atas mata kaki.
Hadirin dan hadirat yang sama berbahagia!
Bahaya adudomba dapat membuat ummat Islam terpecah belah, menjadi ummat yang lemah dan terbelakang, oleh karena itu ummat Islam harus mampu menyaring informasi, terutama dizaman informasi sekarang yang terkadang ditunggangi oleh hoaks atau fitnah yang sangat cepat menjalar kemana-mana, jika ummat Islam tidak melakukan tabayyung maka ummat akan selalu rentang dengan adudomba yang dapat merusak persatuan ummat Islam. Oleh karena itu Allah mengingatkan kita dalam Alquran yang suci:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (Qs. Al-khujrat:6)
Hadirin dan hadirat yang sama berbahagia!
Jadilah ummat yang tetap bersatu dan jangan terlalu muda terpropokasi,
jika ada berita lakukanlah penelitian sebelum melakukan tindakan jangan sampai justru merugikan diri dan
saudara seiman sendiri. Demikian ceramah singkat ini semoga bermanfaat/
Wassalamu alaikum Wr. Wb.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar