Selamat Datang


ASSALAMU ALAIKUM WR.WB, SYUKRAN ANDA TELAH SUDI MAMPIR DI BLOG SEDERHANA INI, SEMOGA BERMANFAAT.

Minggu, 23 Mei 2021

AI-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN VI

  Upaya Mengejar Ketertinggalan Dalam Keilmuan

Oleh:Nurdin Mappa

      Mencermati phenomena merosotnya etos keilmuan ummat Islam dan dominasi barat dalam pengembangan teknologi membuat sejumlah ilmuan muslim menjadi gelisah.  Wujud kegelisahan mereka adalah dengan melakukan kampanye gerakan kembangkitan Islam melalu berbagai gagasan dan aksi diantaranya dengan mengawinkan antara ilmu dan agama yang lebih dikenal dengan Islamisasi  sains (Al-Faruqi, 1982)

      Konsep yang muncul di awal tahun 80-an ini dipandang penting, setidaknya oleh penggagasnya, sebagai momentum untuk menumbuhkan etos keilmuan umat Islam yang sampai kini masih sangat rendah. Fenomina tersebut, menurut Azyumardi Azra, terjadi di hampir setiap negara muslim dalam kasus yang hampir sama, dengan ciri-ciri; lemahnya masyarakat ilmiah, kurang integralnya kebijaksanaan sains nasional, tidak memadainya anggaran penelitian ilmiah, kurangnya kesadaran di kalangan sektor ekonomi tentang pentingnya penelitian ilmiah, kurang memadainya fasilitas perpustakaan, dokumentasi dan pusat informasi, ilmuwan muslim terisolasi dalam kancah global, dan adanya birokrasi, restriksi dan kurangnya insentif.46 Akibatnya, realitas umat Islam sampai kini benar-benar tertinggal jauh dari Barat, bukan hanya dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan dalam hampir seluruh aspek kehidupan duniawi. Maka gagasan sejumlah intelektual muslim untuk mempertemukan kembali ilmu dan agama menjadi sangat penting karena beberapa hal; Pertama, untuk merespon dampak negatif perkembangan ilmu dan teknologi modern dalam kehidupan umat Islam khususnya, dan kehidupan masyarakat dunia pada umumnya. Tidak bisa disangkal bahwa di samping membawa dampak positif, ilmu dan teknologi Barat juga memiliki dampak negatif, seperti berkembangnya paham materialisme, nihilisme, hedonisme, individualisme, konsumerisme, rusaknya tatanan keluaga, pergaulan bebas, penyalahgunaan obat terlarang, dan semakin jauhnya dari etika moral dan agama. Kedua, ilmu pengetahuan Barat berangkat dari asumsi bahwa obyek ilmu hanya terfokus pada obyek-obyek fisik yang bisa diindra. Asumsi ini, yang awalnya mungkin merupakan pembagian kapling kepada akal dan agama ke arah sekularisme, lambat laun ternyata telah menjadi pembatasan atas realitas itu sendiri. Pembatasan lingkup ilmu hanya kepada obyek indrawi dalam realitasnya telah mendorong banyak ilmuwan Barat untuk memandang hanya dunia indrawi sebagai satusatunya realitas. Hal ini tercermin pada menguatnya paham materialisme, sekularisme, dan positivisme, yaitu paham filosofis yang biasanya berakhir dengan penolakan terhadap realitas metafisik seperti Tuhan, malaikat, surga, neraka, dan semisalnya.47 Meskipun gagasan islamisasi ilmu dipandang penting dilakukan umat Islam, setidaknya oleh para penggagasnya, tidak berarti gagasan tersebut diterima secara aklamasi. Perves Hoodbhoy, seorang ilmuwan muslim Pakistan, justru mengkritik gagasan tersebut. Menurutnya, gagasan sains Islami pada hakikatnya tak lebih dari sekedar bentuk reaksi atas perkembangan sains modern. Apalagi mereka hanya sekedar menegaskan kembali apa yang telah ada, dan bukannya melakukan penyelidikan atas sesuatu yang baru. Dengan demikian gagasan mereka tidak ada hubungannya dengan kebangkitan kembali agama Islam. Ia tak lebih hanya permainan istilah secara tidak jujur oleh sekelompok orang terdidik dari kelas menengah yang berharap keuntungan dan promosi diri.48 Tentu saja reaksi kontra di atas dan reaksi lain senada tidak perlu mengendurkan semangat para penggagas islamisasi sains. Sebaliknya, kritik tersebut perlu dijadikan cambuk bahwa gagasan tersebut tidak sekedar wacana, tapi benar-benar terbukti dalam kenyataan dan bermanfaat kemaslahatan umat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAKAT

   Zakat Oleh :Nurdin Mappa 1.1    Pengertian Zakat      Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diber...